News

Pesan Menohok KIARA ke Anies: Isu Agama dan Lingkungan Jangan Dimodifikasi


Pesan Menohok KIARA ke Anies: Isu Agama dan Lingkungan Jangan Dimodifikasi
Anies Baswedan gunakan obat tetes mata (twitter.com/aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menolak reklamasi 155 hektare di Ancol Timur dan Ancol Barat yang telah diizinkan Gubernur Anies Baswedan.

Sekjen KIARA Susan Herawati berpesan agar Anies tidak menggunakan sentimen agama untuk memuluskan proyek itu. Mengingat, lahan hasil reklamasi nantinya digadang-gadang akan dibangun museum nabi dan masjid apung.

“Isu agama dan isu lingkungan hidup jangan dimodifikasi lagi,” kata Susan Herawati saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2020).

Susan mengatakan, seharusnya masalah reklamasi sudah tuntas kalau merujuk janji Anies pada Pilkada DKI 2017 silam. Kala itu, Anies menentang proyek reklamasi di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. 

Susan mendesak Anies konsisten dengan janji-janjinya. Dia ingin reklamasi Ancol dicabut izinnya dan memulai menyejahterakan warga pesisir.

“Yang paling penting ya jangan lagi 10 tahun kita masih aja ngomongin reklamasi. harusnya udah ngomongin alat tangkap berkelanjutan, laut berdaulat,” tuturnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali sebelumnya menyebutkan perluasan daratan atau reklamasi yang dilakukan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 agar Ancol tetap bertahan di dunia rekreasi internasional.

"Kalau pengembangan Ancol ini kecil, tidak sekalian besar dan ekspansi yang bagus, ketika ada kompetitor besar dan mempunyai modal besar, Ancol bisa selesai. Kemudian kan yang diamanahkan ke kita adalah inovasi," kata Sahir di Jakarta, Kamis (9/7).

Usai rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/7), Sahir juga menerangkan, pengembangan Ancol dengan tempat rekreasi milik dalam negeri itu dapat menahan devisa untuk tidak keluar negeri. Jika tempat rekreasi milik dalam negeri menyediakan destinasi wisata berkelas internasional maka sedikit wisatawan domestik yang akan memilih untuk ke luar negeri.

"Artinya kita bisa menahan devisa keluar," kata dia.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu