News

Pesan Menohok Fahri Hamzah ke Capres Pilpres 2024

Fahri Hamzah memberikan pesan menohok ke tokoh-tokoh yang akan menjadi kandidat di Pilpres 2024.


Pesan Menohok Fahri Hamzah ke Capres Pilpres 2024
Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah saat berkunjung di kantor Akurat.co, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Kunjungan tersebut sebagai silahturahmi sekaligus mengenalkan materi politik di media masa. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah memberikan pesan menohok ke tokoh-tokoh yang akan menjadi kandidat di Pilpres 2024.

Fahri berharap calon presiden (capres) tidak bersaing citra dengan isu Covid-19. Sebab berbahaya bagi keselamatan nyawa.

"Ini waktu bersatu jangan bertengkar. Kalian sesama pejabat ambil langkah kompak. Jangan sok benar sendiri kasian rakyat. Kalian digaji rakyat untuk selamatkan sebanyak mungkin nyawa," pesan Fahri sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter Fahrihamzah, Selasa (6/7/2021).

Fahri menyatakan, saat ini rakyat bingung karena pemerintah pusat dan daerah terkesan tidak kompak. Dalam hal ini, dia menyinggung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

"Rakyat bingung kenapa sih gak kompak aja bikin aturan. Kalau mau lockdown boleh aja, tapi direncanakan. Biar orang sempat dulu beresin hajat dan kebutuhan rumah tangga," tuturnya.

"Jadi tolonglah, kompaklah. Bikin rapat bareng. Mau pusat mau daerah rakyat gak mau tau, yang penting selamat," imbuhnya.

Fahri yakin Indonesia bisa melewati masa sulit pandemi Covid-19 kalau para pejabat, pemerintahnya kompak. 

Dia menegaskan bahwa Covid-19 bukan isu partisan. Isu Covid-19 berhubungan dengan keselamatan manusia.

"Saya khawatir saja ini adalah akibat dari kompetisi yang tidak sehat. Kalian tidak saja harus kompak juga harus nampak kompak. Isu Covid bukan isu partisan. Ini persoalan kemanusiaan yang satu. Kita manusia Indonesia bisa melawan corona. Apabila bersatu. Apabila pejabat kompak," tuturnya.

Sebelum itu, Fahri mengingatkan petugas penyekatan di sejumlah daerah agar lebih selektif dalam menerapkan aturan PPKM darurat. Sebab, PPKM darurat dengan implementasi penyekatan jalan berimbas terhadap tenaga kesehatan. Kata dia, banyak tenaga kesehatan yang terlambat sampai tempat kerja akibat pembatasan tersebut.

"Bapak-bapak yang bertugas di jalan, terima kasih semoga sehat. Semoga lebih baik dari kemarin ya. Kasih jalan kepada tenaga kesehatan. Jangan asal tutup, sebab sebagian orang tetap kerja untuk nyawa orang lain. Kemarin banyak yang terlambat kerja karena jalan ditutup," tutur Fahri.[]