Lifestyle

Pesan Kehidupan dari Komedian Kadir, Cocok Banget Untuk Generasi Muda

Komedian Kadir mengaku sempat mengalami masa-masa sulit, bahkan dia sampai menjual beberapa asetnya. Intip pesan kehidupan dari pengalaman komedian Kadir


Pesan Kehidupan dari Komedian Kadir, Cocok Banget Untuk Generasi Muda
Tangkapan layar podcast Deddy Corbuzier || Pesan kehidupan dari Komedian Kadir, cocok banget untuk generasi muda (Youtube/Deddy Corbuzier)

AKURAT.CO Komedian Kadir mengaku sempat mengalami masa-masa sulit, bahkan dia sampai menjual beberapa asetnya. Saat diundang ke podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier, Kadir mengatakan dirinya sempat mengalami serangan jantung dan harus dipasang ring.

Namun, Kadir menolak pemasangan ring jantung tersebut sehingga akhirnya dirinya tidak sanggup bekerja. Selama lima tahun, Kadir mencoba pengobatan alternatif tanpa ada pemasukan. Alhasil, dia harus menjual beberapa asetnya. 

"Saya sudah jual rumah tiga kali pak Deddy. Pada tahun 2001 saya kena serangan jantung, penyumbatan pembuluh darah, begitu masuk ke rumah sakit, dibilang harus pasang ring. Saya mundur. Dengan itu kan saya tidak bisa bekerja. Waktu itu saya shooting stripping baru dapat 12 episode, saya berhenti karena nggak kuat," kata Kadir di akun YouTube Deddy Corbuzier, dikutip AKURAT.CO, Kamis (30/6/2022). 

baca juga:

"Lima tahun cari alternatif dan tidak kerja. Akhirnya apa? Jual rumah satu, sudah. Nggak sampe setahun abis (duitnya). Sampe-sampe mobil kredit saya mau ditarik. Akhirnya jual (rumah) lagi satu. Terus tahun 2005 2006, tanah di Tambun dijual," bebernya.

Untuk bertahan hidup, Kadir bersama istrinya pun memulai usaha kuliner. Jatuh bangun pun dirasakan Kadir, mulai dari menjual soto Surabaya, olahan bebek, hingga akhirnya soto Kudus yang berjalan hingga sekarang. Dari bisnis kuliner soto Kudus Kadir, Kadir dan sang istri bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. 

"Saya buka warung. Jualan soto kudus. Jalan tapi alhamdulillah mencukupi keluarga. Saya bisa kredit mobil lagi," tuturnya.

Meski sempat takut, Kadir akhirnya memutuskan untuk memasang ring jantung. Dirinya juga mulai aktif di dunia entertainment, bahkan beberapa kali diundang ke Sumatera untuk menghibur. Kadir mengucap, meskipun penghasilannya tidak seperti dulu, dirinya tetap bersyukur. 

Dari perjalanan kehidupannya, Kadir pun menyampaikan pesan kepada orang-orang yang saat ini masih produktif dan masih bisa bekerja dengan baik. Kadir menyarankan untuk berinvestasi dan tidak terpaku pada satu sumber penghasilan saja. 

"Pandai-pandai menabung, investasi sebanyak-banyaknya. Tanah cukup. Kalau bisa harus ada kerja sampingan," pesan Kadir. 

Ya, investasi disarankan mulai dilakukan sejak masih muda. Adapun berinvestasi adalah cara yang efektif untuk menggunakan uang dan berpotensi membangun kesejahteraan hidup. Investasi cerdas memungkinkan kamu untuk merasakan manfaatnya hingga hari tua. Beberapa manfaat investasi antara lain, kebebasan finansial, melindungi aset dari inflasi, meningkatkan kekayaan, dan memenuhi kebutuhan darurat. Ya, investasi memiliki potensi untuk memenuhi tujuan keuangan, seperti membeli rumah, mengumpulkan korpus pensiun, dan masih banyak lagi. 

Adapun jenis investasi yang cocok untuk anak muda, misalnya emas, saham, reksa dana, deposito atau properti. Semua  jenis investasi ini memiliki keuntungan dan risiko masing - masing.

Selain investasi, Kadir juga menyarankan untuk memiliki pekerjaan sampingan. Pasalnya, kamu hidup tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar saja, tetapi pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup juga membutuhkan biaya. Selain itu, pekerjaan sampingan juga mungkin dapat membantu mencapai tujuan yang tidak didukung oleh pekerjaan penuh waktu, membantumu untuk berinvestasi, dan banyak manfaat lain. 

“Tentu saja, menghasilkan uang ekstra tidak pernah ketinggalan zaman, dan mungkin itulah yang membuat kebanyakan orang tertarik untuk membuat bisnis sampingan," ujar Nick Loper, pencipta podcast Side Hustle Nation. 

"Manfaat lain mungkin termasuk mempelajari atau mempraktikkan keterampilan baru, menjelajahi hasrat atau hanya memberdayakan diri sendiri untuk menemukan bahwa kamu memiliki nilai ekonomi di luar pekerjaan harian atau gaji kamu," ujarnya.