News

Pesan Kasum TNI dan WaKSAL ke Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL: Jaga Marwah Prajurit Jalasena

Pesan Kasum TNI dan WaKSAL ke Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL: Jaga Marwah Prajurit Jalasena
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Eko Margiyono bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono meninjau langsung gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiap Ops) Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-N/UNIFIL untuk mengecek kesiapan 119 personel KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO 368) yang akan berangkat ke Lebanon untuk misi perdamaian dunia.  (Dok Humas TNI AL)

AKURAT.CO, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Eko Margiyono bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (WaKSAL) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mengecek kesiapan 119 personel KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO 368) yang akan berangkat ke Lebanon untuk misi perdamaian dunia. 

Ratusan personel itu tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-N/UNIFIL.

119 personel KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO 368) yang akan berangkat ke Lebanon untuk misi perdamaian dunia. 

baca juga:

Kasum TNI dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022), mengatakan gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiap Ops) ini bertujuan untuk memastikan seluruh kesiapan personel beserta perlengkapannya telah sesuai. 

Ia pun berpesan agar seluruh personel tetap disiplin dan terus melaksanakan protokol kesehatan di manapun berada agar mampu mendukung pencapaian tugas pokok Satgas MTF TNI ini hingga akhir penugasan nanti.

Sementara itu, WaKSAL menekankan bahwa kepercayaan negara yang diberikan agar tetap dijaga di mata internasional dalam penugasan.

“Hindari hal-hal yang tidak penting, jaga marwah sebagai prajurit Jalasena. Pahami tugas dan tanggungjawab tiap personel. Pahami betul bahwasannya misi ini tidak hanya terkait pada aspek militer, tetapi juga meliputi aspek diplomasi dan kebudayaan. Karena undang undang telah mengamanatkan bahwa TNI AL yang hanya memiliki tugas diplomasi, dan tidak lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan maupun keamanan dalam bertugas,” tegas Laksdya Ahmadi.[]