News

Pesan Junimart Girsang Soal Konflik di Desa Wadas: Jangan Buat Statement Blunder

Junimart mengingatkan agar semua pihak menahan diri dalam mengomentari konflik di Desa Wadas.


Pesan Junimart Girsang Soal Konflik di Desa Wadas: Jangan Buat Statement Blunder
Politikus PDI- Perjuangan, Junimart Girsang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang ikut menyorot konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah.

Junimart mengingatkan agar semua pihak menahan diri dalam mengomentari konflik di Desa Wadas.

"Ya sesungguhnya begini ya, ini menjadi koreksi kita semua sebelum kita memberikan suatu komentar, mestinya kita cek dulu (kondisi) sesungguhnya (di) lapangan," kata Junimart usai di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (9/2/2022). 

baca juga:

"Jadi jangan membuat statement itu menjadi blunder yang membuat masyarakat menjadi resah kan begitu," sambungnya. 

Pernyataan itu disampaikan Junimart untuk menyikapi pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di mana Ganjar menyebut pengerahan aparat ke Desa Wadas hanya untuk pengukuran, namun ternyata ditemukan tindakan represif dari polisi.

"Kita harap statement Gubernur Jawa Tengah itu begitu sesungguhnya. Nah, kalaupun gak begitu sesungguhnya masyarakat bisa melakukan haknya untuk itu. Mungkin meminta klarifikasi ataupun mencabut statement kan bisa saja," ucap Junimart. 

Selain itu, Junimart mengatakan, siapapun berhak melaporkan kasus ini ke polisi jika dirasa ada kekeliruan yang terjadi sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 335  ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan di mata hukum. 

"Dan kalau masyarakat, dia bisa melaporkan ke kepolisian dan juga ada Pasal 335 kan begitu. Ini kan negara hukum, " tutupnya. 

Sebagai Informasi, aparat gabungan dari Polda Jateng, Brimob serta TNI diturunkan untuk mengamankan proses pengukuran di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Selasa (8/2) kemarin. Aparat yang berjaga tampak membawa tameng, gas air mata, dan anjing K-9.

Petugas gabungan itu kemudian berbagi tugas, sebagian besar berjaga-jaga di jalan sekitar masjid kampung, di mana warga menggelar istigasah, sedangkan lainnya mengawal warga bersama pihak BPN untuk melakukan proses pengukuran.

Istigasah yang awalnya berjalan damai, akhirnya dihentikan ketika ada warga yang memicu kericuhan kedapatan membawa senjata tajam. Karena melawan, petugas pun akhirnya mengamankan yang bersangkutan. Tak hanya itu, puluhan orang yang dianggap sebagai provokator pun ikut diangkut ke Mapolres Purworejo.[]