Rahmah

Pesan Gus Yahya untuk Santri: Terus Tingkatkan Kualitas, Kalau Bisa Melebihi Guru

KH Yahya Cholil Staquf berpesan kepada kaum santri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya.


Pesan Gus Yahya untuk Santri: Terus Tingkatkan Kualitas, Kalau Bisa Melebihi Guru
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Akurat.co)

AKURAT.CO  Santri merupakan sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di lingkungan pesantren. Begitu juga dalam pendidikan pesantren, santri memiliki peran penting dalam upaya pesantren mencapai visi, misi dan tujuan pendidikan yang dilaksanakan.

Sebab keberhasilan pesantren saat ini dapat dilihat ketika mampu mencetak kader-kader produktif yang dibutuhkan masyarakat. Hal tersebut juga dapat dilihat dari banyaknya pemimpin di negeri ini yang dilahirkan dari pesantren.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berpesan kepada kaum santri untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya, agar mampu mampu meneruskan prestasi dari kiai-kiai terdahulu.

baca juga:

"Santri itu yang pertama kita ini mengagumi guru-guru kita. Kalau guru-guru kita ini memang kiai-kiai yang istimewa alim," ujarnya dalam tayangan video 'Pesan Gus Yahya untuk Santri Indonesia' yang diunggah melalui channel YouTube NU Online, Kamis 13 Januari 2022.

Sehingga santri, kata Gus Yahya tidak boleh minder atau tidak mampu mengejar kualitas guru atau kiai. Sebab menurutnya, guru dan kiai semuanya tidak langsung menjadi alim dan pintar.

"Tapi tidak berarti bahwa kita lalu boleh berkecil hati merasa tidak mampu mengejar kualitas yang dulu sudah pernah dicapai oleh guru-guru kita. Karena guru-guru kita itu dulu asalnya seperti kita, semuanya tidak ada orang alim bawaan dari bayi itu tidak ada," katanya.

Terlebih lagi, menurut Gus Yahya, para guru dan kiai pada awalnya seperti santri biasa, belajar dan memulai pendidikan di pesantren. Oleh karena status santri yang sama itu, maka hendaknya para santri dapat menyamai prestasi kiai di pesantren.

"Guru-guru kita ini hebat-hebat dulunya ya kaya kita, maka santri ya tidak boleh berkecil hati, walaupun mengagungkan guru kita harus tetap punya semangat untuk mengembangkan kapasitas sekuat-kuatnya, setinggi-tingginya kalau bisa menyamai atau bahkan melebihi guru-guru kita," tuturnya.

Seperti Syaikh Muhammad bin Abdullah bin Malik pengarang kitab Alifah Ibnu Malik, yang menurut Gus Yahya, beliau berani mengatakan bahwa Alifah Ibnu Malik lebih balik daripada Alfiah-nya guru-gurunya seperti Imam Ibnu Mu'ti ini karena beliau berbesar hati.

"Keluh-keluh kita menjadi alim itu karena tidak berkecil hati. Kita bisa menempa diri untuk menjadi alim seperti guru-guru kita," tandasnya. []