Olahraga

Pesan Evan Dimas ke Marselino Ferdinan: Kalau Ada Kesempatan, Mainlah di Luar Negeri

"Penyesalan itu di belakang, kalau misalkan ada kesempatan main di luar negeri, mainlah di luar negeri," kata Evan Dimas kepada Marselino Ferdinan.


Pesan Evan Dimas ke Marselino Ferdinan: Kalau Ada Kesempatan, Mainlah di Luar Negeri
Kapten Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas Darmono dalam sebuah konferensi pers. (PSSI)

AKURAT.CO, Kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono memberikan pesan dan nasihat kepada dua pemain muda Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh. Pemain Bhayangkara FC itu mendorong mereka untuk melanjutkan kariernya di luar negeri.

Nama Marselino dan Ronaldo Kwateh memang tengah menjadi buah bibir sepak bola nasional. Kedua pemain yang masih berusia 17 tahun itu baru saja dipanggil oleh Pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia senior.

Marselino dan Kwateh termasuk satu dari 27 nama yang masuk dalam daftar skuat Garuda-julukan Timnas Indonesia-untuk bertanding dalam laga uji coba resmi FIFA melawan Timor Leste pada Kamis (27/1) dan Minggu (30/1) di Bali.

baca juga:

Evan Dimas selaku kapten tim menilai bahwa Marselino dan Kwateh adalah pemain berbakat dan potensial. Oleh karena itu, pemain berusia 26 tahun tersebut ingin keduanya bisa memiliki karier sepak bola yang cerah untuk ke depannya.

“Memang saya masuk timnas di usia muda itu enggak gampang ya, kita beradaptasi. Tapi saya lihat Marselino dan Ronaldo ini pemain yang sangat potensial. Marsel juga sering bicara sama saya, bertanya ‘kok bisa main lama di timnas?’, Ronaldo Kwateh juga," kata Evan.

“Saya bilang ‘Memang untuk mencapai (masuk timnas) itu gampang, tapi mempertahankannya itu susah. Yang penting kamu harus jaga mental, harus seperti saya waktu muda. Penyesalan itu di belakang, kalau misalkan ada kesempatan main di luar negeri, mainlah di luar negeri.’.”

Sepanjang karier profesionalnya, Evan Dimas memang pernah merumput di luar negeri. Tepatnya ketika membela Selangor FA pada Januari 2018. Namun, keberadaannya di Malaysia hanya berlangsung selama setahun, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia untuk memperkuat Barito Putera.

“Kalau saya mungkin sudah terlambat, saya memang (pernah) bermain ke luar negeri tapi (akhirnya) saya enggak main di luar negeri lagi. Itu yang membuat kita awet bermain bola,” tambah Evan.

Lebih jauh, Evan juga berpesan kepada Marselino dan Kwateh untuk tidak sungkan atau malu-malu kepada dirinya meski mereka lebih muda. Menurutnya, status semua pemain sama ketika di lapangan dan tidak ada yang namanya senior-junior.

“Jadi nggak usah malu sama saya. Ketika di lapangan nggak ada senior-junior. Di luar lapangan memang masih harus respek sama senior, tapi ketika di dalam lapangan kamu harus bermain seperti senior karena kamu dipanggil di timnas senior, bukan junior lagi,” imbuhnya.[]