Ekonomi

Perusahaan Korsel Sengaja Bakar Hutan Papua untuk Ekspansi Sawit?

Apabila kebakaran di konsesi Korindo terjadi secara alami, kerusakan lahannya tidak akan teratur


Perusahaan Korsel Sengaja Bakar Hutan Papua untuk Ekspansi Sawit?
Foto udara lahan perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan (kanan) dan kebakaran lahan gambut (kiri) Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa (30/7/2019). BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi menyebutkan, sebanyak 19 titik panas di wilayah Muarojambi terpantau pada hari ini, sementara puluhan petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi, BPBD Muarojambi, dibantu TNI dan Polri, serta masyarakat masih berupaya melakukan pemadaman kebakaran atas lahan seluas sekitar 30 hektare di wil (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

AKURAT.CO Baru-baru ini terdengar kabar salah satu perusahaan asal Korea Selatan, Korindo melakukan pembakaran lahan untuk keperntingan ekspansi perekbunan di provinsi Papua. 

Melihat hal tersebut masyarakat asli Papua tersebut merasa sedih dan menangis ketika hutan yang diberikan oleh Tuhan dirusak oleh tangan-tangan manusia.

“Saya menangis dan saya sedih, mengapa saya punya hutan alam Papua yang begitu Indah yang Tuhan Ciptakan untuk kami dirusak oleh tangan-tangan manusia, saya bertanya di mana roh leluhur saya tinggal kalau hutan kami sudah dibongkar habis?" ucap penduduk setempat melalui lansiran BBC, Jumat (13/11/2020).

Akibat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan asal Korsel tersebut, Greenpeace International bersama Forensic Architecture melakukan sebuah investigasi visual mengenai kegiatan perusahaan tersebut.

Dimana dalam Investigasi tersebut, Korindo disebutkan sudah melakukan tindakan pelanggaran standar organisasi terkait penebangan, pembakaran, perusakan lingkungan hingga kepada pelanggaran HAM terhadap lahan konsesi di Papua. 

Untuk menentukan apakah kebakaran tersebut disengaja atau tidak dengan aktivitas masyarakat atau terkait perluasan perkebunan, Forensic Architecture menggunakan citra satelit NASA yang mencakup kurun waktu lima tahun untuk mengidentifikasi sumber panas dari kebakaran yang terjadi di PT Dongin Prabhawa yang merupakan salah satu konsesi Korindo yang berlokasi di Merauke, Papua.

Dalam memastikan bahwa titik panas tersebut adalah api, Forensic Architecture menggunakan metode analisis terkini untuk mengumpulkan data bersama dengan rekaman video dari survei udara yang dilakukan oleh juru kampanye Greenpeace International pada tahun 2013.

Tim tersebut menemukan bahwa pola deforestasi dan kebakaran tersebut menunjukan bahwa pembukaan lahan menggunakan api.

Menurut Samaneh Moafy selaku Peneliti Senior Forensic Architecture mengatakan bahwasanya apabila kebakaran di konsesi Korindo terjadi secara alami, kerusakan lahannya tidak akan teratur.