News

Perusahaan Jerman Kerja Sama dengan Tesla untuk Ciptakan Printer Molekul


Perusahaan Jerman Kerja Sama dengan Tesla untuk Ciptakan Printer Molekul
CEO SpaceX Elon Musk bersama Administrator NASA Jim Bridenstine saat konferensi pers yang digelar setelah uji coba penerbangan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/1/2020) waktu setempat. Dalam uji coba tersebut, SpaceX melakukan simulasi sistem keselamatan yang diprogram untuk melindungi astronaut. Selain itu, dalam konferensi pers, CEO SpaceX, Elon Musk mengatakan hasil uji coba yang dilakukan telah melebihi dari yang diharapkan. (REUTERS/Steve Nesius)

AKURAT.CO, Perusahaan kendaraan listrik Tesla saat ini tengah bekerja sama dengan perusahaan biofarmasi Jerman, CureVac, untuk menciptakan printer molekul guna membantu pengembangan vaksin COVID-19.

Printer itu nantinya akan dikirim ke lokasi terpencil, di mana mereka dapat mengolah bakal vaksin dan terapi berbasis mRNA lainnya tergantung pada resep yang dimasukkan ke dalam mesin. CureVac telah memiliki tempat untuk produksi massal apabila vaksin yang dikembangkannya mendapat persetujuan.

Perusahaan, yang berbasis di Tuebingen dan didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation, adalah pelopor yang disebut pendekatan messenger RNA, yang juga dikejar oleh BioNTech dan mitranya Pfizer serta Moderna.

baca juga:

Molekul RNA adalah untai tunggal, dan berkat pola molekulnya yang berulang, mereka dapat diproduksi dalam proses biokimia yang relatif sederhana yang tidak memerlukan sel hidup serta dimodifikasi secara genetik, di mana itu biasanya diperlukan untuk memproduksi sebagian besar obat biotek lainnya.

CureVac juga membangun situs stasioner baru yang dapat meningkatkan outputnya sepuluh kali lipat hingga miliaran dosis.

Dalam thread Twitter, Elon Musk selaku pemilik Tesla mengatakan bahwa stasioner-stasioner atau disebut juga 'microfactories' akan dibangun di Tesla Grohmann Automation di Jerman. Namun, Musk tidak menjelaskan rencana Tesla dan CureVac lebih lanjut.

Tesla mengakuisisi perusahaan yang mengembangkan sistem manufaktur otomatis untuk baterai dan sel bahan bakar pada tahun 2016 untuk memperluas produksinya.

Sebelumnya pada bulan Maret, Musk mengatakan bahwa Tesla memiliki ventilator tambahan dan disetujui FDA yang dapat dikirimkan secara gratis ke rumah sakit di wilayah di mana produsen mobil listrik tersebut berdiri.[]