News

Perusahaan Farmasi Dunia Ramai-ramai Uji Kemanjuran Vaksin Terhadap Varian Omicron

Perusahaan Farmasi Dunia Ramai-ramai Uji Kemanjuran Vaksin Terhadap Varian Omicron


Perusahaan Farmasi Dunia Ramai-ramai Uji Kemanjuran Vaksin Terhadap Varian Omicron
Seorang petugas pompa bensin berdiri di samping headline surat kabar yang bertuliskan 'Varian Baru Covid ada Disini', Pretoria, Afrika Selatan, Sabtu (27/11) ( Denis Farrell/AP via NPR)

AKURAT.CO, Berbagai perusahaan farmasi dunia telah mengumumkan langkah untuk menguji kemanjuran vaksin mereka terhadap varian Covid-19 Omicron.

Rencana itu mulai disampaikan pada Jumat (26/11), bersamaan ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan Omicron sebagai 'variant of concern'. Pengumuman juga datang bersamaan ketika sejumlah negara di dunia memutuskan untuk membatasi perjalanan dari Benua Afrika.

Menurut UPI, perusahaan farmasi asal Massachusetts, Moderna, menjadi salah satu produsen vaksin Covid-19 yang mengungkap niat untuk menguji suntikan mereka. Moderna dalam keterangannnya, mengatakan bahwa Omicron memiliki 'potensi risiko signifikan' terhadap kekebalan, baik yang tercipta secara alami maupun dari suntikan vaksin. 

"Perusahaan sedang bekerja cepat untuk menguji kemampuan dosis vaksin untuk menetralkan varian Omicron. Data diharapkan akan datang dalam beberapa minggu mendatang," kata Moderna dalam sebuah pernyataan.

Moderna lalu mengungkap bahwa pada saat ini, pihaknya sedang mencoba menguji vaksin mRNA mereka dengan dosis yang lebih tinggi. Moderna juga mengaku tengah menguji dua kandidat suntikan booster untuk mengantisipasi mutasi dan satu kandidat vaksin booster khusus untuk Omicron.

"Mutasi-mutasi pada varian Omicron ini mengkhawatirkan dan selama beberapa hari, kami telah bergerak secepat mungkin untuk menjalankan strategi demi mengatasi varian ini," kata CEO Moderna Stephane Bancel.

Menyusul Moderna, Pfizer-BioNTech juga mengatakan sedang  menyelidiki kemanjuran vaksin mereka terhadap varian baru Omicron. Mereka mengharapkan hasil pengujian akan datang tidak lebih dari dua minggu.

"Kami memahami kekhawatiran para ahli dan (kami) segera memulai penyelidikan pada varian B.1.1.529. Data ini akan memberikan lebih banyak informasi tentang apakah B.1.1.529 bisa menjadi 'varian pelarian' yang mungkin memerlukan penyesuaian vaksin jika varian itu menyebar secara global," kata perusahaan tersebut, merujuk pada istilah awal varian untuk Omicron. Sementara varian pelarian merujuk pada istilah bahwa strain bisa menghindari perlindungan dari vaksin yang ada.

Seperti dilaporkan CNBC, Pfizer-BioNTech mengatakan bahwa pihaknya dapat mengadaptasi vaksin mRNA mereka dalam waktu enam minggu. Kedua perusahaan Barat itu juga berjanji akan mulai mengirimkan batch baru dalam 100 hari jika diperlukan.

Komitmen untuk pengujian ikut disampaikan perusahaan farmasi dari New Jersey, Johnson & Johnson (J&J). Perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menguji vaksin vektor virus dosis tunggal mereka.

"Kami memantau dengan cermat jenis virus Covid-19 yang baru muncul ini, yang memiliki variasi terhadap protein lonjakan Sars-CoV-2. Kami juga sudah berupaya  untuk menguji efektivitas vaksin kami terhadap varian baru tersebut, yang menyebar cepat dan pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan," ungkap Clare Boyle, seorang Juru bicara J&J, mengatakan kepada CNN.

Perusahaan biofarmasi Inggris, AstraZeneca juga mengatakan hal yang sama. Bersama dengan rekannya, Universitas Oxford, AstraZeneca mengatakan telah melakukan upaya yang teradaptasi untuk menanggapi mutasi tersebut. Dikatakan bahwa dalam langkahnya, AstraZeneca melakukan penelitian di Botswana dan Eswatini.

"AstraZeneca juga sudah melakukan penelitian di lokasi yang sudah teridentifikasi variannya, yakni di Botswana dan Eswatini,” kata perusahaan tersebut. []