News

Perusahaan Farmasi Dunia Mulai Racik Vaksin Khusus untuk Varian Omicron

Perusahaan-perusahaan farmasi seperti BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson sedang mengerjakan vaksin khusus untuk menargetkan varian Omicron.


Perusahaan Farmasi Dunia Mulai Racik Vaksin Khusus untuk Varian Omicron
Ilustrasi vaksin Covid-19 khusus untuk varian Omicron (Reuters/Dado Ruvic/Illustration)

AKURAT.CO Perusahaan-perusahaan farmasi seperti BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson (J&J)  mengaku sedang mengerjakan vaksin khusus untuk menargetkan varian Omicron.

Hal itu diumumkan pada Senin (29/11), dengan ketiga perusahaan menyebut pengerjaan dilakukan sebagai antisipasi jika suntikan mereka tidak ada yang efektif terhadap varian tinggi mutasi itu. 

Seperti diungkap Reuters, kemunculan Omicron telah memicu respons global yang kuat. Ini terutama karena banyak negara di dunia khawatir jika varian itu bisa menyebar dengan cepat meski populasi sudah menjalani vaksinasi dan memberlakukan larangan perjalanan serta pembatasan lainnya.

Di tengah kekhawatiran global itu, BioNTech mengatakan telah mulai mengerjakan vaksin yang dirancang untuk Omicron, bersama dengan mitranya Pfizer.

Sementara itu, Moderna mengatakan butuh waktu berbulan-bulan untuk mulai mengirimkan vaksin semacam itu, kata kepala eksekutif Stephane Bancel Kepada CNBC. Bancel mengaku keefektifan vaksin Covid-19 yang sudah ada terhadap Omicron masih belum diketahui. Menurutnya, penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu sekitar dua minggu.

J&J juga mengatakan bahwa perusahaannya tengah mengevaluasi efektivitas vaksin Covid-19 mereka terhadap Omicron. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menambahkan bahwa mereka sedang mengejar pembuatan vaksin khusus untuk varian tersebut.

"Kami telah mulai bekerja untuk merancang dan mengembangkan vaksin baru melawan Omicron dan jika diperlukan, kami akan dengan cepat mengembangkannya menjadi studi klinis," ungkap Mathai Mammen, kepala penelitian global untuk unit farmasi J&J.

Seorang ahli penyakit menular terkemuka Afrika Selatan mengatakan Omicron tampaknya lebih menular daripada varian sebelumnya, termasuk orang-orang dengan kekebalan dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Rusia, sementara itu, mengatakan pada Senin bahwa vaksinnya, yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya, kemungkinan akan bekerja melawan Omicron. Kremlin juga menambahkan bahwa mereka akan siap memproduksi ratusan juta suntikan booster jika vaksinnya ternyata tidak terlalu ampuh melawan Omicron.

"Institut Gamaleya percaya Sputnik V dan Light akan menetralkan Omicron karena mereka memiliki kemanjuran tertinggi untuk melawan mutasi-mutasi lainnya. 

"Dalam kasus yang jarang terjadi, modifikasi diperlukan, (maka) kami akan menyediakan beberapa ratus juta suntikan penguat Sputnik untuk Omicron pada 20 Februari 2022," kata Dmitriev.

Kremlin juga mengatakan perlunya lebih banyak data sebelum kesimpulan dapat ditarik tentang varian baru tersebut.[]