Ekonomi

Perumnas Bakal Pakai PMN Rp1,56 Triliun untuk Genjot Program Sejuta Rumah

Bos Perumnas  Budi Saddewa Soediro menyebutkan PMN Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp1,56 triliun ditujukan guna melanjutkan program Sejuta Rumah.


Perumnas Bakal Pakai PMN Rp1,56 Triliun untuk Genjot Program Sejuta Rumah
Anak-anak bermain dikawasan perumahan tapak bersubsidi di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/6/2019). Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Daniel Djumali, mengatakan kuota pembiayaan rumah subsidi yang mencakup proyek Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisi Bunga (SSB) akan segera habis dalam 2 bulan-3 bulan ke depan (sekitar Agustus-September 2019). Hal ini juga bisa menyebabkan banyaknya akad KPR subsidi yang menggan (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengungkapkan penyertaan modal negara (PMN) untuk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp1,56 triliun ditujukan guna melanjutkan program Sejuta Rumah.

Ia menyebutkan pihaknya telah mengajukan PMN TA 2022 saat itu sebesar Rp2 triliun, dan setelah melalui diskusi dengan pemangku kepentingan saat ini sedang diproses untuk pengajuan persetujuan senilai Rp1,56 triliun.

"Adapun PMN untuk tahun depan tersebut ditujukan untuk melanjutkan program Sejuta Rumah dan memperbaiki struktur permodalan perusahaan," ujar Budi dilansir dari Antara, Kamis (2/9/2021).

Adapun dana PMN 2022 senilai Rp1,56 triliun itu akan dimanfaatkan oleh Perumnas untuk penyelesaian persediaan hunian.

"Dana PMN senilai Rp1,56 triliun akan kami manfaatkan untuk penyelesaian persediaan hunian baik rumah tapak maupun rumah susun. Total unit yang kami selesaikan dengan dana PMN tersebut sebanyak 14.937 unit," kata Budi.

Budi juga melaporkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan restrukturisasi utang bank pada 2021, sedangkan restrukturisasi Medium Term Note (MTN) atau surat utang jangka menengah sedang berlangsung.

Pada 2020, Perumnas telah menerima pencairan dana PEN tahap pertama sebesar Rp200 miliar yang telah digunakan.

Sedangkan pada 2021, Perumnas telah menerima pencairan dana PEN tahap kedua sebesar Rp450 miliar yang diperuntukkan untuk pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB dan modal kerja 2021.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp 72,449 triliun. PMN ini rencananya akan digunakan untuk menyuntik 12 perusahaan pelat merah yakni untuk penugasan maupun restrukturisasi akibat dampak pandemi Covid-19.