Lifestyle

Perubahan Tubuh Ini Akan Dirasakan Jika Kamu Berhenti Mabok

Berikut ini perubahan-perubahan tubuh saat berhenti minum minuman beralkohol. Perubahan ini dirasakan selama beberapa pekan hingga beberapa bulan


Perubahan Tubuh Ini Akan Dirasakan Jika Kamu Berhenti Mabok
Ilustrasi minum minuman beralkohol (Unsplash / Louis Hansel)

AKURAT.CO, Konsumsi minuman beralkohol dapat mengancam kesehatan hati. Asupan minuman beralkohol yang berlebihan bisa memicu kerusakan hati, yang dikenal sebagai alcohol-related liver disease (ARLD) atau penyakit hati terkait alkohol.

ARLD sering berujung pada tiga macam masalah kesehatan hati yang dapat memicu komplikasi penyakit hati. Ketiga masalah tersebut adalah penyakit perlemakan hati alkoholik, hepatitis alkoholik dan sirosis alkoholik.

Tak hanya itu, minuman keras telah dikaitkan dengan lebih dari 60 problem kesehatan. Jika kamu terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol tetapi kini memilih berhenti meminumnya, maka akan terjadi perubahan dalam tubuh. 

Perubahan ini akan dirasakan selama beberapa pekan hingga beberapa bulan dari waktu semenjak berhenti. Berikut ini perubahan-perubahan tubuh saat berhenti minum minuman beralkohol, seperti yang dilansir Akurat.co dari laman Men's Health. 

Kualitas tidur membaik

Direktur dari Cosmedics.co.uk, Ross Perry, mengatakan bahwa alkohol memengaruhi tingkat neurotransmiter seperti asam gamma-aminobutirat (GABA),  yang menyebabkan rasa takut pada pagi hari. Dengan berhenti minum alkohol, dapat menyeimbangkan kesehatan mental, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan karena kurang tidur.

Hati seperti baru 

Saat sering meminum minuman beralkohol, organ hati kamu mungkin telah menerima banyak hukuman berupa lemak yang melekat. Tapi, kamu jangan putus asa untuk berhenti meminum minuman beralkohol. 

"Setelah empat pekan berhenti minum alkohol, lemak hati berkurang hingga 15 persen. Setelah beberapa bulan, hati Anda bisa kembali normal," ujar Ross Perry, seperti yang dilansir dari Men's Health pada Selasa, (26/10).

Alkohol juga memengaruhi ginjal kamu yang terbiasa dehidrasi karena meminum minuman beralkohol. Dengan berhenti minum beralkohol, ginjal menjadi terhidrasi, ini berpengaruh pada energi yang kamu miliki 

"Kamu akan melihat perbedaan dalam tingkat energimu, setelah berhenti minum alkohol," sambungnya Perry.

Bahan bakar untuk pikiran

"Alkohol dapat mengganggu neurogenesis, yaitu kemampuanmu untuk membuat sel-sel otak baru," jelas Perry. 

Oleh karena itu, minum minuman beralkohol dalam jumlah sedang dapat menyebabkan penyusutan di hipokampus atau area otak yang terkait dengan memori dan penalaran. 

Namun, penyusutan ini akan mulai pulih, setelah beberapa pekan kamu berhenti mengonsumsi alkohol.

Perubahan pola makan

Mengurangi minuman beralkojol sebanyak enam liter per pekan akan menghemat sekitar 1.400 kkal, ini setara dengan kalori dalam piza besar. Ini kemungkinan akan menyebabkan perubahan dalam kebiasaan makanmu juga. 

"Setelah minum alkohol, hormon yang membuatmu merasa lapar sering menyebabkan makan berlebihan," sambung Perry. 

Daya tahan tubuh meningkat

Minuman keras tak hanya akan membuatmu dehidrasi, organ hati kamu juga akan terlalu sibuk melawan racun untuk membersihkan penumpukan asam laktat di dalamnya, sehingga meningkatkan kemungkinan kram saat berolahraga.

"Saat berolahraga setelah memutuskan berhenti minum lakohol, kamu terhidrasi dengan baik untuk menjaga aliran darah, penting untuk membawa oksigen dan nutrisi ke ototmu," imbuh Perry.[]