News

Perubahan Statuta UI Bebas dari Kepentingan Pemerintah, Istana: Itu Demi UI Lebih Baik!

Revisi itu demi mewujudkan UI agar lebih baik


Perubahan Statuta UI Bebas dari Kepentingan Pemerintah, Istana: Itu Demi UI Lebih Baik!
Tenaga Ahli Deputi Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin. (AKURAT.CO/Dedi Ermansyah.)

AKURAT.CO, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memastikan, tidak ada kepentingan pemerintah di balik revisi Statuta Universitas Indonesia (UI) yang baru.

"Tidak ada unsur kepentingan dibalik revisi statuta UI," ujar Ngabalin sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dalam akun twitternya, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, revisi itu demi mewujudkan UI yang lebih baik. Ngabalin menilai orang yang nyinyir terkait hal tersebut hanya akan merusak ruang publik.

"Revisi itu demi mewujudkan UI yang lebih baik. Yang Nyinyir Harus Diperiksa Pengetahuannya," tandasnya.

Diketahui, Sebagai informasi, pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 menjadi PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI). 

Dalam statuta UI versi lama, yakni pada Pasal 35 (c) PP 68 Tahun 2013, rektor dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat perusahaan BUMN/BUMD/ataupun swasta, maka otomatis menjadi komisaris juga dilarang.

Sementara statuta UI terbaru, larangan rektor UI merangkap jabatan memang masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi sebelumnya yang menggunakan kata 'pejabat'. Kini, rektor UI tak dilarang merangkap menjadi 'direksi' BUMN/BUMD/swasta.

Jadi, tidak ada larangan rektor UI rangkap jabatan kecuali menjadi direktur suatu perusahaan. Rangkap jabatan di UI menjadi polemik usai Rektor UI Ari Kuncoro diduga melanggar aturan rangkap jabatan. Karena, selain menjabat sebagai rektor, Ari juga diketahui menjabat sebagai komisaris BUMN.

Selain menjadi orang nomor wahid di UI, Ari saat ini juga tercatat menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPTS) BRI pada 18 Februari 2020 lalu.[]