News

Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia Papua Diyakini Kian Membaik

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir IPM Papua diyakini terus membaik meski secara nasional relatif paling rendah.


Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia Papua Diyakini Kian Membaik
Warga papua mengenalkan budayanya di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Minggu (1/9/2019). (AKURAT.CO/Faqih Fhaturrahman)

AKURAT.CO, Asisten Sekretaris Daerah Papua bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat, Muhammad Musa'ad mengungkapkan Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua dalam kurun waktu lima tahun terakhir diyakini terus membaik meski secara nasional relatif paling rendah.

"Pertumbuhan IPM daerah kita tahun lalu nampak pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UMH) menjadi 68,79 tahun. Dimana Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi 11,08 tahun meski rata-rata lama sekolah (RLS) 6,69 tahun," ujar Asisten Sekda Papua Muhammad Musa'ad melalui laman daerah dikutip di Jayapura, Rabu (31/03/2021).

Ia mengatakan, untuk pengeluaran per kapita yang naik dari tahun 2018 ke tahun 2019 menjadi 7,336, hanya saja turun akibat COVID-19 menjadi 6.959 pada 2020.

"Memang kondisi IPM di wilayah Kabupaten/Kota di provinsi ini tidak merata karena faktor geografis, sosial budaya dan politik serta tak ketinggalan situasi keamanan," ujar mantan kepala Bappeda Papua itu.

Musa'ad mengatakan, proses perencanaan pembangunan di Provinsi Papua saat ini terus berjalan menjelang sisa dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe.

Di penghujung masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, menurut Musa'ad, Pemprov Papua mendorong seluruh OPD agar dapat menyiapkan program pembangunan yang bersifat monumental untuk menjadi kebanggaan masyarakat.

"Selain venue PON XX Papua serta Infrastruktur lainnya yang telah dibangun saat ini,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Papua Yohanes Walilo mengatakan, ada sejumlah prioritas pembangunan yang harus diterjemahkan pada setiap Rencana Kerja (Renja) SKPD tahun anggaran 2022 dengan sasaran makro.

Yohanis menyebut, di antaranya IPM diproyeksikan 62,27, angka kemiskinan proyeksi 25,89, pertumbuhan ekonomi proyeksi 5,64, PDRB perkapita tanpa tambang proyeksi 48,23, gini rasio proyeksi 0,0380.

"Serta tingkat pembangunan terbuka proyeksi 3,60, konektivitas wilayah proyeksi 70 dan intensitas emisi GRK proyeksi 0,31," ungkapnya.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu