Ekonomi

Pertanian Terus Maju, Kementan Optimalkan PHLN

Kementan akan memaksimalkan semua potensi, termasuk juga program-program PHLN seperti SIMURP


Pertanian Terus Maju, Kementan Optimalkan PHLN
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (DOKUMEN)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian memastikan sektor pertanian tanah air akan terus maju, mandiri dan modern. Untuk itu, Kementan akan memaksimalkan semua potensi, termasuk juga program-program PHLN seperti Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

Program SIMURP yang telah memasuki tahun ketiga, tetap memfokuskan kegiatan pada pertanian ramah lingkungan dengan memaksimalkan kegiatan penyuluhan pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu survive. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. 

Oleh karena itu, Menteri SYL menilai pertanian ibarat merpati putih yang tidak pernah ingkar janji dan pertanian harus semakin maju dan harus semakin kuat.

"Bertani itu keren ditambah lagi dukungan program CSA SIMURP. Program SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman," katanya. 

Mentan SYL menambahkan, melalui SIMURP, pertanian makin memiliki dampak yang positif tentunya untuk meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan pelaksanaan CSA SIMURP di BPPSDMP merupakan bagian kegiatan utama Pengembangan Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri, yang secara langsung mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BPPSDMP.  

"Sebagai bagian kegiatan utama BPPSDMP, SIMURP berkolaborasi dengan KOSTRATANI, dengan tujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penyuluh dan Petani dalam penerapan teknologi CSA, mengurangi resiko gagal panen serta mengurangi efek gas rumah kaca dan meningkatkan pendapatan Petani di Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Irigasi Rawa (DIR) lokasi kegiatan," katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Pertanian, Bustanul Arifin Caya, menyampaikan untuk Forum Annual Work Plan and Budget (AWPB) SIMURP yang dilaksanakan di Bandung, 23 – 25 September 2021. 

Menurutnya, pelaksanaan SIMURP sesuai dengan 5 kebijakan proyek yang dibiayai dari Pinjaman Luar Negeri di BPPSDMP.

"Kegiatan SIMURP tahun 2022, merupakan lanjutan dari tahun 2021 yang ditujukan agar penyuluh dan petani dapat lebih memahami, mengetahui serta menerapkan kegiatan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture," ujar Bustanul.

Selain itu, tujuan dilaksanakannya forum ini selain untuk mensosialisasikan kegiatan SIMURP TA 2022 juga diharapakan partisipasi yang aktif bagi pelaksana SIMURP Provinsi dan Kabupaten agara dapat merumuskan aktivitas dan penyusunan rincian kertas kerja kegiatan-kegiatan SIMURP Dekonsentrasi. 

"SIMURP yang dibiayai dari pinjaman luar negeri dari World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menjadi salah satu andalan BPPSDMP sebagai filling the gap," jelasnya.

Bustanul berharap agar para pengelola SIMURP Provinsi dan Kabupaten segera mengakselerasi kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana sehingga realisasi dapat terpenuhi sesuai target.[TIM]