Ekonomi

Pertamina Salurkan LPG ke Wilayah Perbatasan RI-Malaysia

Pertamina Salurkan LPG ke Wilayah Perbatasan RI-Malaysia
PT Pertamina (Persero) melakukan uji coba distribusi LPG NPSO 12 Kg sebanyak 44 tabung dengan menggunakan pesawat udara CASA dari Tarakan ke wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Dok. Istimewa/Pertamina)

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) melakukan uji coba distribusi LPG NPSO 12 Kg sebanyak 44 tabung dengan menggunakan pesawat udara CASA dari Tarakan ke wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Uji coba distribusi pertama distribusi dari Tarakan ke Krayan. LPG akan langsung menuju pangkalan CV Prima Energi yang berlokasi di Kecamatan Krayan Induk. Masyarakat Krayan juga dapat langsung menuju ke pangkalan tersebut untuk mendapatkan LPG 12 Kg yang terjamin kualitasnya,” kata Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Pemasaran Regional Kalimantan, Susanto August Satria lewat keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Pendistribusian perdana ini akan dilakukan hingga 13 Maret mendatang dengan jumlah total 224 tabung. Untuk selanjutnya akan dilakukan evaluasi agar pendistribusian dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

baca juga:

LPG 12 Kg tersebut didatangkan langsung dari Depot LPG Balikpapan menggunakan kapal dan tiba di Tarakan dengan memakan waktu lima hari. Selanjutnya, LPG dibawa ke bandara untuk diangkut menggunakan pesawat dengan kapasitas 45 tabung per satu kali terbang.

LPG Perbatasan Malaysia. Dok. Istimewa/Pertamina

Sales Branch Manager Rayon V Kaltim & Utara, M Abdillah Rorke Ilyasa mengungkapkan, sebuah tantangan tersendiri mengirimkan LPG melalui pesawat. Namun, uji coba perdana hari ini berlangsung dengan lancar.

“Semula masyarakat di Krayan mendapatkan LPG dari Malaysia dengan harga yang sangat tinggi sekitar Rp1,5 juta saat masa pandemi ini. Sedangkan, kita salurkan LPG dengan harga jual tabung + isi senilai Rp600 ribu dan isi saja Rp190 ribu di mana harga sesuai dengan keadaan dan kondisi,” ungkap Abdillah.

Camat Krayan Heberli menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina yang telah dapat merealisasikan mimpi masyarakat Krayan untuk dapat mendapatkan LPG.

“Masyarakat di Krayan maupun 4 kecamatan sekitar (Krayan Tengah, Timur, Barat, dan Selatan) dengan lebih kurang 12.000 Kepala Keluarga (KK) sejak 1 tahun ini 90% menggunakan kayu bakar untuk memasak disebabkan membeli LPG dari Malaysia harus digendong dengan tenaga manusia memakan harga hingga Rp1,5 juta,” jelas Heberli. []

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu