Tech

Pertamina Luncurkan Teknologi 2D Cubed untuk Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi

Teknologi ini diterapkan di area mencapai 270.000 KM2.


Pertamina Luncurkan Teknologi 2D Cubed untuk Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi
Subholding Upstream Pertamina terus melakukan upaya menjaga keberlangsungan penyediaan energi untuk negeri melalui aktivitas Seismik. (pertamina.com)

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina meluncurkan teknologi terbaru dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi melalui metode data seismik 2D Cubed.

"Kami bersyukur bisa sampai pada tahapan kickoff 2D Cubed (Pseudo 3D) Seismic Reprocessing setelah melalui tahapan yang panjang. Kami percaya dengan dilakukannya Data Reprocessing ini akan membawa peluang besar untuk pencarian cadangan minyak dan gas bumi di Indonesia," ujar Medi Kurniawan, Direktur Eksplorasi dan Penemuan Baru PT Pertamina Hulu Energi, dilansir dari laman Pertamina.

Ia juga mengatakan bahwa, hal ini merupakan lanjutan dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang di area terbuka, yang juga terbesar ke 3 se-Asia Pasific dalam pengelolaan 3D Pseudo Seismic Program dengan luasan area mencapai 270.000 KM2. Tersebar dari South Makassar hingga North Java - Bali - Lombok. 

baca juga:

"Melalui upaya ini Pertamina berkomitmen untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan teknologi terbaik untuk Indonesia. Pertamina juga terbuka untuk melakukan partnership dalam menggunakan data 2D Cubed dalam melakukan kegiatan Eksplorasi selanjutnya di Indonesia," ungkap Agung Prasetyo, VP New Venture PT Pertamina Hulu Energi.

Menurut Agung, pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh TGS selaku perusahaan pengelola data energi di Industri minyak dan gas bumi dengan teknologi mutakhir yang mampu memberikan hasil pengolahan data. Ia juga mengatakan, Indonesia merupakan pemain kunci di industri minyak dan gas bumi global. Tetapi, produksi minyak dan gas bumi mengalami penurunan beberapa waktu terakhir. 

"Meskipun begitu, terdapat potensi penemuan yang belum dikelola secara optimal. Melalui pengolahan Data Reprocessing dari potensi ini, diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi industri hulu migas di Indonesia," kata Agung. 

Sementara itu, Shinta Damayanti Kepala Divisi Eksplorasi SKKMigas menyampaikan bahwa, pihaknya bangga Pertamina telah menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan Komitmen Kerja Pasti di Area Terbuka. Salah satunya adalah Data Reprocsesing yang dilakukan saat ini. Di mana hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan data terbaru agar dapat menemukan Giant Discovery di masa mendatang. 

Kepala Pusdatin Kementerian ESDM Republik Indonesia, Agus Cahyono Adi, menyampaikan bahwa ini merupakan milestone yang bagus dalam rangka untuk menggali potensi migas yang ada di Indonesia. 

"Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pioneer dan terobosan Pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) untuk dapat berinvestasi di luar Wilayah Kerja dan bisa memperluas penggunaan dana di luar wilayah kerja eksisting," ungkapnya.