Tech

Pertamina dan Grab Kerjasama Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Berlokasi di Bali, proyek kerja sama ini akan dimulai tahun 2022.


Pertamina dan Grab Kerjasama Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Pertamina dan Grab sepakat perkuat ekosistem EV. (pertamina.com)

AKURAT.CO Melalui dua subholdingnya, yaitu Pertamina NRE dan Patra Niaga, Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan Grab Indonesia untuk memperkuat ekosistem electric vehicle (EV).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Dannif Danusaputro selaku CEO Pertamina NRE, Alfian Nasution selaku Direktur Utama Patra Niaga, Ridzki Kramadibrata selaku President of Grab Indonesia, serta Iki Sari Dewi sebagai Director of Business Jabodetabek Grab Indonesia. 

CEO Pertamina NRE, Danif Danusaputro mengatakan, Pertamina NRE berkomitmen kuat untuk mengawal transisi energi. Ekosistem EV merupakan salah satu bisnis yang sedang mereka kembangkan saat ini melalui Indonesia Battery Corporation.

baca juga:

Pihaknya juga sangat menyambut kerja sama strategis yang akan mempercepat tumbuh dan berkembangnya ekosistem EV di Indonesia.

Direktur Utama Patra Niaga, Alfian Nasution menyampaikan, peran Pertamina tidak hanya pada produksi baterai melainkan juga penyediaan infrastruktur penukaran baterai kendaraan listrik.

Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina yang dikelola oleh Patra Niaga menjadi titik yang tepat untuk menjadi stasiun penukaran baterai kendaraan listrik. 

Patra Niaga saat ini tengah gencar dengan program Green Energy Station (GES), yaitu konsep SPBU ramah lingkungan.

Dimana salah satu layanan yang disediakan adalah pengisian listrik ataupun penukaran baterai untuk kendaraan listrik. Saat ini jumlah GES mencapai 101 yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

“Dengan adanya kerja sama strategis, ketiga belah pihak akan menyatukan kekuatan untuk memastikan sistem pendistribusian baterai. Mulai dari teknologi stasiun penukaran baterai (battery swap station) hingga pemilihan lokasi bagi jaringan stasiun-stasiun tersebut semakin lancar agar lebih banyak lagi pengemudi yang beralih ke kendaraan listrik,” ujar Alfian, dilansir dari laman Pertamina.

Sementara itu, beberapa lini bisnis Grab juga telah memanfaatkan kendaraan listrik. Mulai GrabCar, GrabBike, dan GrabFood dengan armada mobil, motor, dan sepeda listrik.

Grab juga telah mengoperasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik di Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Grab memiliki komitmen yang sama dengan mitra-mitra strategisnya, Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE) dan Patra Niaga, dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai penyedia layanan transportasi, Grab siap membagikan pengalaman dan membuka akses ke pasar terkait pengoperasian armada kendaraan listrik," kata Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.

Pihaknya yakin, perluasan kehadiran kendaraan listrik akan membawa manfaat sangat besar bagi penumpang, mitra pengemudi, dan tentunya, keberlangsungan lingkungan, yang menjadi bagian dari fokus mereka.

Proyek bersama ini direncanakan dimulai di Bali pada tahun ini. Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan G20, sehingga akan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam transisi energi serta mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Bahkan, Bali juga semakin gencar mendorong pemanfaatan energi bersih dengan menerbitkan Peraturan Gubernur nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.[]