Ekonomi

Pertamina Bukukan Penjualan Produk Ritel 87,98 Juta KL Sepanjang 2019


Pertamina Bukukan Penjualan Produk Ritel 87,98 Juta KL Sepanjang 2019
Petugas melakukan pengisian BBM di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Sabtu (2/5/2020). Penjualan sektor minyak di hilir atau BBM di SPBU wilayah Jakarta anjlok hingga mencapai 50 persen akibat dampak dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sedangkan dalam level skala nasional Pertamina mengalami masa penurunan terburuk sepanjang masa, dengan angka penurunan mencapai 25 persen dari kondisi normal. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mencatat total penjualan produk ritel mencapai ekuivalen 87,98 juta kiloliter (KL) sepanjang 2019. Hal ini berkat diperluasnya jangkauan penyaluran layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ke daerah.

“Selain itu, tercatat sepanjang 2019, penjualan LPG ekuivalen 13,75 juta KL, Petrokimia 3,15 juta KL, BBM untuk Aviasi 5,82 juta KL dan BBM untuk Industri 13,96 juta KL,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (21/6/2020).

Fajriyah menerangkan, Pertamina juga menjaga ketahanan stok selama 2019 yakni Premium tercatat rata-rata 20 hari, Solar 22 hari, Avtur 32 hari, bahan bakar khusus (BBK) 10 hari, dan LPG 16 hari.

“Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan BBM di masyarakat, Pertamina terus memperkuat ketahanan pasokan,” ungkapnya.

Untuk itu, Pertamina membangun penambahan 21 lokasi storage TBBM, delapan lokasi storage LPG, tujuh lokasi storage Avtur dan dua Kapal General Purpose untuk memastikan kehandalan supply dan distribusi BBM di seluruh Indonesia.

Untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, Pertamina juga mencatat capaian positif dalam program digitalisasi SPBU. Sampai akhir tahun 2019, sebanyak 2.601 SPBU di Indonesia telah menerapakan digitalisasi dan ditargetkan seluruhnya atau 5.518 SPBU rampung pada tahun 2020.

“Capaian yang cukup menggembirakan terkait layanan digital juga terlihat dengan adanya 1,4 juta pengunduh baru MyPertamina sebagai digital channel Pertamina,” jelas Fajriyah.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pertamina tetap mampu mencatat laba bersih di 2019 sebesar US$2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun. Pertamina pun mampu memberikan setoran dividen tunai sebesar Rp8,5 triliun.

"Total kontribusi Pertamina ke Negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun yang terdiri dari Dividen, Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan hulu migas dan geothermal serta Signature Bonus," pungkas Fajriyah.

Sekadar informasi, selain penambahan lembaga penyalur baik SPBU maupun SPBN (untuk nelayan), pada 2019, Pertamina juga mampu menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta konsisten menyalurkan BBM di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di seluruh Indonesia, melalui pembangunan 161 titik BBM Satu Harga.

BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina tersebar mulai dari wilayah 3T di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali.

Walaupun penyaluran BBM di wilayah 3T penuh tantangan karena kondisi geografis yang sulit, namun ini merupakan bentuk pelayanan Pertamina agar masyarakat mendapatkan BBM dengan kualitas pasti dan harga resmi.

Dengan bertambahnya jaringan di seluruh wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya volume penjualan BBM Pertamina dari 49,62 juta kiloliter (KL) menjadi 51,31 juta KL. []