Ekonomi

Pertama Kalinya, Aset BCA Tembus Rp1.076 Triliun

BCA mengklaim pihaknya mencatat total aset Perseroan mampu menembus Rp1.000 triliun untuk pertama kalinya, yakni menyentuh Rp1.075,6 triliun


Pertama Kalinya, Aset BCA Tembus Rp1.076 Triliun
Karyawati melayani pelanggan di sentra layanan digital di Wisma BCA, Bintaro Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengklaim pihaknya mencatat total aset Perseroan mampu menembus Rp1.000 triliun untuk pertama kalinya, yakni menyentuh Rp1.075,6 triliun atau naik 17,0 persen YoY.

Kenaikan tersebut sejalan dengan mencatatkan kinerja dana pihak ketiga yang sehat, di mana current account and savings account (CASA) tumbuh 21,0% YoY mencapai Rp643,9 triliun.

Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 14,0% YoY menjadi Rp196,9 triliun. Secara total, dana pihak ketiga naik 19,3% YoY menjadi Rp840,8 triliun di tahun 2020.

"Pertumbuhan dana pihak ketiga tidak lepas dari tingginya tingkat kepercayaan nasabah serta kuatnya fondasi bisnis perbankan transaksi BCA. Dimana telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti ban," tutur Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja lewat konfrensi pers virtual, Senin (8/2/2021).

CASA berkontribusi sebesar 76,6% dari total dana pihak ketiga. Untuk memperkuat franchise perbankan transaksi, BCA fokus untuk terus memperluas basis nasabah sekaligus mengembangkan solusi digital secara konsisten.

Jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking terus bertumbuh dengan pesat, yakni sebesar 50,7% YoY. Pada tahun 2020, BCA memproses lebih dari 30 juta transaksi per hari secara rata-rata, atau naik 18,3% dari tahun 2019.

Seiring dengan positifnya pertumbuhan likuiditas, BCA mampu mencetak pendapatan bunga yang lebih tinggi dari aset treasury, sehingga mengompensasi imbal hasil (yield) dan outstanding kredit yang menurun.

Selain itu, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, BCA mampu menurunkan suku bunga produk dana pihak ketiga, yang mana berdampak pada beban bunga yang lebih rendah.

Oleh karena itu, BCA mampu mempertahankan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih di 2020, yakni naik 7,3% YoY menjadi Rp54,5 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 0,5% YoY, menjadi Rp20,2 triliun. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp74,8 triliun, atau meningkat hingga 5,1% YoY.