News

Pertama Kalinya, Arab Saudi Rilis Foto Hajar Aswad Beresolusi 49 Ribu Megapiksel

Dibutuhkan waktu lebih dari 50 jam untuk memotret Hajar Aswad dan mengolah fotonya dengan teknik focus stacking.


Pertama Kalinya, Arab Saudi Rilis Foto Hajar Aswad Beresolusi 49 Ribu Megapiksel
Tampilan Hajar Aswad dari jarak dekat.

AKURAT.CO, Untuk pertama kalinya, foto beresolusi tinggi dari sebuah batu religius kuno di Makkah dipublikasikan, menurut pengumuman sebuah instansi pemerintah Arab Saudi.

Dilansir dari CNN, potret al-Hajar al-Aswad atau Hajar Aswad tersebut beresolusi hingga 49 ribu megapiksel dan butuh waktu lebih dari 50 jam untuk difoto dan diolah. Hal ini diungkapkan oleh Presidensi Umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi dalam rilis pers pada Senin (3/5).

Presidensi Umum bekerja sama dengan badan teknik Dua Masjid Suci untuk mengambil 1.050 foto batu tersebut. Masing-masing foto berukuran 160 gigabita. Menurut otoritas, batu tersebut difoto selama 7 jam. Teknik yang digunakan disebut focus stacking yang menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk menjaga ketajaman produk akhir, menurut penjelasan Sekolah Fotografi Digital.

 "Ini penting karena ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mungkin ada yang melihatnya kalau itu sebenarnya bukan hitam, misalnya. Sejauh yang saya pahami, ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat sendiri batu itu dari dekat," tutur Afifi al-Akiti, seorang rekan dalam studi Islam di Universitas Oxford, yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Ia menjelaskan kalau Hajar Aswad dianggap sebagai peninggalan suci yang memainkan peran penting dalam tradisi Muslim.

Batu tersebut dibingkai dengan perak murni di sudut tenggara Ka'bah. Selama haji, jemaat berjalan berlawanan arah jarum jam mengelilingi monolit hitam tersebut. Jemaat juga biasanya menyentuh, mencium, atau melambai pada Hajar Aswad saat berjalan melewatinya.

"Batu itu awalnya berwarna putih, bukan hitam. Diperkirakan manusia menyentuh batu itu dan meminta pengampunan dari Tuhan, sehingga batu itu menjadi hitam karena mencerminkan dosa umat manusia, menurut sumber-sumber Muslim," sambung al-Akiti.

Tradisi Muslim menyatakan kalau batu itu berasal dari Nabi Adam. Dalam penuturan lainnya, diyakini malaikat Jibril memberikan batu itu kepada Nabi Ibrahim saat ia sedang membangun Ka'bah, menurut Oxford Islamic Studies Online.

"Para ilmuwan menduga bahwa batu itu mungkin meteorit," tutur al-Akiti.

Orang-orang saat ini mencium Hajar Aswad karena Umar, khalifah Muslim kedua, mengatakan kepada para pengikutnya bahwa ia telah melihat Nabi Muhammad melakukannya, menurut penjelasan al-Akiti. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co