News

Pertama Kali, NASA Gunakan Ulang Kapsul SpaceX untuk Kirim 4 Astronaut ke Antariksa

Empat astronaut akan dikirim ke ISS dengan kapsul Crew Dragon yang pertama kali digunakan ulang untuk membawa manusia.


Pertama Kali, NASA Gunakan Ulang Kapsul SpaceX untuk Kirim 4 Astronaut ke Antariksa
Roket Falcon 9 dan kapsul Crew Dragon dibawa ke Kompleks 39A di Pusat Antariksa Kennedy untuk persiapan peluncuran.

AKURAT.CO, SpaceX dan NASA berencana mengirim 4 astronaut ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) pada Kamis (22/4) dari Florida dengan kapsul Crew Dragon yang pertama kali digunakan ulang untuk membawa manusia.

Dilansir dari United Press International, peluncuran pesawat antariksa Endeavour dan Falcon 9 direncanakan pada jam 6.11 pagi waktu setempat dari Kompleks 39 di Pusat Antariksa Kennedy. Badan antariksa tersebut menyatakan misi mulai diluncurkan setelah tinjauan kesiapan peluncuran pada Selasa (20/4) pagi.

Misi ini merupakan bagian dari upaya SpaceX untuk sertifikasi kapsul Dragon untuk 5 kali terbang sambil membawa manusia, menurut keterangan Direktur Penerbangan Antariksa Manusia SpaceX Benji Reed dalam jumpa pers pada Selasa (20/4).

"Kami telah mengerjakan sejumlah komponen. Ada beberapa yang akan kami ganti, sedangkan beberapa lainnya akan kami lihat seberapa jauh dapat kami lanjutkan tanpa menggantinya," terang Reed.

Menurutnya, setelah melihat para astronaut bersama keluarganya baru-baru ini, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam penerbangan manusia ke luar angkasa.

"Ini sangat kami perhatikan. Kami pun selalu bertanya pada diri kami sendiri, apakah kami bersedia menerbangkan keluarga kami dengan kendaraan ini. Itu semacam ujian bagi kami," sambungnya.

Reed dan NASA memprediksi cuaca sebagian besar mendukung di sekitar landasan peluncuran pada Kamis (22/4). Namun, ombak dan angin di atas Samudra Atlantik dapat menyebabkan penundaan hingga Jumat (23/4). Pasalnya, kapsul itu harus bisa diturunkan dan mendarat di laut, di titik mana pun sepanjang jalur penerbangannya.

Awak kapsul itu terdiri dari Thomas Pesquet dari Badan Antariksa Eropa, astronaut NASA Shane Kimbrough sebagai komandan misi, astronaut NASA Meghan McArthur sebagai pilot misi, dan astronaut Jepang Akihiko Hoshide. Endeavour pertama kali diluncurkan pada 30 Mei dengan membawa suami McArthur, astronaut Bob Behnken, dan Doug Hurley dalam misi berawak pertama SpaceX.

|Foto: NASA via UPI|

NASA dan SpaceX telah mencoba memikirkan segala kemungkinan kesalahan atau yang membutuhkan perbaikan atau peningkatan untuk menggunakan kembali kapsul tersebut.

"Seringkali sangat menarik untuk membuat sesuatu yang baru pada pesawat antariksa baru dan mencobanya untuk pertama kali. Namun, Anda harus tetap waspada dan mendengarkan perangkat keras di tengah penggunaan, entah itu tangki, booster, mesin, atau sistem pendukung kehidupan," kata Tom Simon, manajer sertifikasi NASA untuk pesawat ruang angkasa dalam wawancara pada Senin (19/4).

Kapsul Crew Dragon dari SpaceX disertifikasi untuk penerbangan antariksa manusia dalam Program Awak Komersial NASA yang memungkinkan perusahaan untuk merancang, membangun, dan memiliki pesawat ruang angkasa. Namun, menurut Simon, sertifikasi dilanjutkan jika ada sesuatu yang baru pada pesawat antariksa.

"Sertifikasi berlanjut setiap SpaceX ingin melakukan perubahan atau kami mencoba menambah kemampuan baru," ujarnya.

|Foto: NASA via UPI|

Kapsul Endeavour menerima peningkatan tenaga penggerak dan kapasitas baterai yang lebih besar sejak terbang pada bulan Mei. Pakaian antariksa yang dikenakan McArthur dan awak pun memiliki ritsleting baru berdasarkan umpan balik dari suaminya dan Hurley. Mereka mengatakan ritsleting yang lama terkadang sulit untuk ditutup.

Ketika misi Crew 2 tiba, 11 orang akan berada di stasiun antariksa sebentar sampai misi Crew 1 berangkat dalam kapsul Dragon Resilience SpaceX. Ini direncanakan pada 28 April.

Karena laboratorium yang mengorbit itu sudah bertahun-tahun tak banyak dikunjungi orang, peluncuran Crew 2 akan membawa lebih banyak logistik, menurut Manajer Program ISS Joel Montalban.

"Kami harus menemukan beberapa bahan habis pakai tambahan untuk anggota awak tambahan. Kami akan mengatur tempat untuk tidur sementara bagi anggota awak karena ada begitu banyak orang. Kami harus meningkatkan kapasitas sistem pendukung kehidupan kami atau menghasilkan oksigen atau menghilangkan karbon dioksida," pungkas Montalban. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu