News

Pertama Kali dalam 30 Tahun, Macron Tunjuk Wanita Sebagai PM Prancis

Elisabeth Borne akan menggantikan Jean Castex dalam perannya sebagai kepala pemerintah.


Pertama Kali dalam 30 Tahun, Macron Tunjuk Wanita Sebagai PM Prancis
Elisabeth Borne selama upacara pengangkatan PM baru Prancis, Senin (16/5) (Christophe Ena/AP)

AKURAT.CO  Untuk pertama kalinya selama lebih dari 30 tahun, Prancis menunjuk seorang wanita menjadi Perdana Menteri (PM).

Seperti diumumkan oleh Istana Elysee pada Senin (16/5), Elisabeth Borne akan menggantikan Jean Castex dalam perannya sebagai kepala pemerintah. Dengan pengumuman itu, Borne resmi menjadi wanita kedua yang menjabat sebagai PM Prancis sejak akhir Perang Dunia II. 

PM wanita pertama di negara itu adalah Edith Cresson, yang menjabat antara Mei 1991-April 1992 di bawah Presiden Sosialis Francois Mitterand. Borne sebelumnya menjabat sebagai menteri lingkungan hidup, perhubungan dan tenaga kerja.

baca juga:

Dalam peran barunya memimpin pemerintah Prancis, Borne pun kemungkinan akan ditugaskan untuk memenuhi prioritas dari kampanye Presiden Emmanuel Macron. Itu termasuk mereformasi masalah pensiun dan peningkatan kebijakan yang dirancang untuk memerangi perubahan iklim.

Pengangkatannya mengikuti pemilihan presiden Prancis yang akhirnya kembali memenangkan Macron pada 24 April. Macron, yang berusia 44 tahun pun, lagi-lagi mencatatkan keunggulannya melawan politikus sayap kanan Marine Le Pen, dengan kemenangan 59 banding 41 persen.

Pertama Kali dalam 30 Tahun, Macron Tunjuk Wanita Sebagai PM Prancis - Foto 1
 Borne berfoto di akhir acara serah terima jabatan-Thomas Samson/AFP

"Borne telah dipercaya untuk membentuk pemerintahan," kata Elysee dalam pengumumannya.

Selama upacara untuk menandai transfer kekuasaan pada Senin, Borne, mendedikasikan pencalonannya untuk 'setiap gadis kecil yang bermimpi'.

"Selalu ikuti impian kalian. Tidak ada yang boleh yang menahan perjuangan untuk tempat perempuan dalam masyarakat," kata politikus 61 tahun itu, seperti dikutip dari CNN.

Sebelumnya pada Senin, Istana Elysee mengumumkan bahwa Castex telah mengajukan pengunduran dirinya. 

Castex sendiri adalah mantan wali kota Prades, sebuah kota kecil di barat daya Prancis. Ia dikenal sebagai sosok yang kurang dikenal bahkan ketika ia diangkat menjadi PM pada Juli 2020. Castex telah memimpin tanggapan Prancis terhadap pandemi Covid-19.[]