News

Pertama di Meksiko, Infeksi Black Fungus Serang Pasien COVID-19 hingga Tewas

BBC melaporkan bahwa sampai saat ini, ada sekitar 12 ribu kasus black fungus yang dilaporkan di India. []


Pertama di Meksiko, Infeksi Black Fungus Serang Pasien COVID-19 hingga Tewas
Di saat India tengah berjuang dengan wabah black fungus, Meksiko melaporkan kasus kematian pertama pasien COVID-19 yang tewas karena infeksi tersebut (Tauseef Mustafa/AFP/Getty Images via BBC)

AKURAT.CO, Meksiko melaporkan kasus pertama pasien COVID-19 yang meninggal akibat infeksi black fungus (jamur hitam). Seperti diwartakan NewsWeek, laporan itu awalnya dikabarkan oleh surat kabar Spanyol edisi Meksiko El Pais Selasa (8/6) waktu setempat. 

Dalam liputan diketahui pasien adalah seorang laki-laki berusia 34 dan oleh kerabatnya diidentifikasi sebagai Gregorio Avendano Jimenez. 

Ia menceritakan bahwa Jimenez sebenarnya sedang dalam masa pemulihan COVID-19. Belum juga pulih total, Jimenez malah terjangkit black fungus, seperti dikutip dari LatinPost. Pada gejala-gejala awal, Jimenez dilaporkan mengalami sakit kepala. Selain itu, pada mata kirinya, muncul semacam bintik kecil. 

Tidak jelas berapa lama Jimenez mengalami gejala tersebut. Namun, infeksi jamur hitam itu pada akhirnya menyerang menyerang mata kiri dan jaringan pada hidung serta mulut Jimenez. Karena kondisi itu, dokter langsung melakukan operasi pengangkatan satu mata serta jaringan pada hidung dan mulut Jimenez yang terinfeksi. 

Namun, operasi tersebut ternyata belum cukup menyelamatkan nyawa Jimenez. Ia akhirnya wafat di rumah sakit tempat ia dirawat di Pusat Medis Nasional La Raza, Mexico City.

Kasus pertama penyakit ini dilaporkan di Meksiko mulai pekan lalu.

Pertama di Meksiko, Infeksi Black Fungus Serang Pasien COVID-19 hingga Tewas - Foto 1
AFP via BBC

Seperti diketahui, saat ini, black fungus atau mukormikosis tengah mewabah hebat di India dan menyerang para penyintas maupun pasien yang masih memiliki gejala COVID-19.

Mukormikosis adalah infeksi invasif yang disebabkan oleh jamur bernama 'mucor'. Seperti diwartakan BBC hingga National Geographic, jamur ini ada di mana-mana, dan muncul secara alami di lingkungan kita, seperti tanah, tanaman, pupuk kandang, benda dengan permukaan basah, sayur hingga buah yang membusuk.

Pasien dapat tertular jika mereka menghirup spora jamur tersebut dari udara. Namun, terkadang pasien juga bisa terinfeksi terutama jika tengah mengalami sejumlah luka pada bagian kulit.

Kendati demikian, tidak semua orang yang terpapar spora jamur akan mudah terkena mukormikosis. Terlebih karena perkembangan penyakit ini disebut-sebut terjadi pada individu dengan sistem kekebalan yang buruk, seperti pada pasien yang tengah diserang virus COVID-19.

Berita kematian Jimenez ini juga datang tidak lama setelah peringatan black fungus muncul dari ahli epidemiologi sekaligus Kepala Undersekretariat Pencegahan dan Promosi Kesehatan Meksiko, Hugo Lopez-Gatell Ramirez.

Pada 3 Juni lalu, Ramirez mengimbau bahwa mukormikosis adalah infeksi oportunistik yang menyerang individu dengan dengan tingkat imunosupresi yang buruk. Imunosupresi sendiri mengacu pada berkurangnya kapasitas sistem kekebalan tubuh untuk merespon antigen asing secara efektif.

"Black fungus atau mukormikosis adalah infeksi agresif dan oportunistik pada orang dengan imunosupresi parah; biasanya mempengaruhi orang-orang dengan kanker darah selama kemoterapi. Untungnya itu jarang terjadi," kata Ramirez dalam konferensi persnya.

Saat itu, Ramirez juga menambahkan bahwa COVID-19 tidak serta merta meningkatkan risiko mukormikosis. Namun, menurutnya, hal ini lebih kepada penggunaan steroid yang berlebihan untuk pengobatan COVID-19. Steroid inilah yang kemudian memicu penyebab pasien dengan virus SARS-CoV-2 mengalami infeksi black fungus.'

Pendapat Ramirez itu sejalan dengan analisis sejumlah ahli yang menuding penggunaan steroid sembarangan untuk mengobati COVID-19 sebagai dalang pemicu mukormikosis.

Analisis itu juga didasarkan pada fakta bahwa steroid dapat membantu memerangi COVID-19, tetapi juga menekan sistem kekebalan tubuh.

Berbagai laporan juga telah menunjukkan resep steroid sebagai faktor pendorong potensial di balik kasus mukormikosis baru-baru ini. 

Namun, menurut surat kabar Inggris Telegraph, para dokter di India kini juga khawatir bahwa varian baru 'Delta' COVID mungkin juga berada di balik kasus merebaknya black fungus. Laporan inipun muncul setelah Telegraph mengunjungi rumah sakit di negara bagian Maharashtra, dalam beberapa minggu terakhir ini.

Sebagai catatan, Delta adalah istilah yang dianjurkan WHO untuk merujuk varian COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di India, B.1.617.

"Kami membutuhkan penyelidikan lebih lanjut tentang ini, tetapi kami melihat ini terkait pandemi baru, sekitar 40 persen lebih. pasien mengembangkan diabetes setelah COVID-19 selama gelombang kedua ini," kata Dr. Shailesh Kothalkar, ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) terkemuka di Rumah Sakit Seven Star di Nagpur, mengatakan kepada Telegraph.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menggambarkan mukormikosis sebagai penyakit yang 'langka tapi serius. Mereka juga mengatakan bagaimana dari satu tinjauan kasus yang dipublikasikan, ditemukan bahwa kematian keseluruhan akibat black fungus bisa mencapai hingga 54 persen.

Sedangkan, BBC melaporkan bahwa sampai saat ini, ada sekitar 12 ribu kasus black fungus yang dilaporkan di India. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co