Tech

Pertama di Indonesia, Layanan Digital Ramah Disabilitas Hadir di Stasiun MRT

Per hari ini (Jumat, 3/12) layanan ini sudah dipasang di tiga stasiun.


Pertama di Indonesia, Layanan Digital Ramah Disabilitas Hadir di Stasiun MRT
Peluncuran fasilitas layanan digital yang ramah bagi penyandang disabilitas, DINA di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. (Instagram/aniesbaswedan)

AKURAT.CO Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional 2021, Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta meluncurkan fasilitas layanan digital yang ramah bagi penyandang disabilitas bernama DINA (Digital Intelligent Assistant) di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. Mulai hari ini (Jumat, 3/12), ada tiga stasiun yang dipasangi DINA, yaitu Stasiun Lebak Bulus, Blok M, dan Bundaran HI. Kedepannya, layanan ini juga akan dipasang di seluruh stasiun. 

"Sebuah teknologi yang dapat melayani semua pelanggan dan amat ramah disabilitas. Dengan adanya teknologi video call, operator yang bertugas pada operation center di HI ini bisa berkomunikasi langsung dengan teman-teman penyandang disabilitas," kata William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), dilansir dari fanpage Pemprov DKI Jakarta. 

Gubernur Jakarta Anies Baswedan, melalui Instagram-nya mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan fasilitas yang setara bagi seluruh warga. Termasuk sebagian dari warga yang membutuhkan pelayanan khusus, seperti penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Anies menyebut, dengan adanya fasilitas DINA juga menjadi penanda bahwa mulai sekarang penyandang disabilitas bisa berpergian ke mana di Jakarta. Bahkan jika ingin memperoleh dukungan pelayanan, mereka akan bisa mendapatkannya melalui DINA. 

"Karena penyandang disabilitas ini bukan hanya jenisnya yang bervariasi, tapi juga di tiap jenis ada spektrum yang berbeda-beda. Kita ingin semua spektrum terfasilitasi. Ini selalu menjadi prioritas kami, bila empat unsur masyarakat yang terdiri dari penyandang disabilitas, lansia, anak-anak dan perempuan ini terfasilitasi, maka insya Allah elemen rakyat yang lain juga pasti terfasilitasi," ujar Anies. 

Di samping itu, Anies juga mengimbau untuk menghindari ableism, yaitu perasaan bahwa semua itu memiliki kelebihan di atas penyandang disabilitas. 

"Semua memiliki kesetaraan, kesamaan, hanya terdapat kebutuhan yang berbeda-beda. Nah, prinsip ini yang diadopsi di Jakarta. Maka dari itu, kami apresiasi MRT Jakarta yang sudah memfasilitasi," kata Anies. 

Sementara itu, layanan ramah disabilitas sendiri saat ini baru diterapkan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Hongkong. Kemudian, disusul Indonesia yang sudah menerapkannya di stasiun MRT.