Ekonomi

Pertahankan Portofolio Positif, Bank BRI Salurkan Rp60 T Stimulus KUR untuk UMKM

Pertahankan Portofolio Positif, Bank BRI Salurkan Rp60 T Stimulus KUR untuk UMKM
Division Head Sales for Small Business and Medium Business Bank BRI Setiyarta dalam acara Webinar Ekspansi Kredit Sektor UMKM di Tengah Ancaman Inflasi yang diselenggarakan AKURAT.CO dan didukung oleh Bank Indonesia, Jamkrindo dan PNM pada Rabu (21/9/2022). (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO Division Head Sales for Small Business and Medium Business Bank BRI Setiyarta mengungkapkan bahwa tekanan inflasi yang cukup tinggi saat ini dinilai akan buruk apabila tidak ada yang turun tangan untuk menangani permasalahan di dunia mikro ekonomi.

Demi menghindari itu, Setiyarta mengatakan Bank BRI akan terus mempertahankan portofolio positif dengan memberikan kontribusi dikala kondisi makro ataupun mikro yang sedang mengalami kesusahan. Menurutnya, apabila tidak ada yang turun untuk membantu, maka perekonomian juga akan makin terpuruk.

"Kita BRI terus mempertahankan portofolio yang positif, dalam hal ini, BRI turut berkontribusi saat kondisi makro susah, kalau kita ngga kasih pinjaman, maka ekonomi akan makin terpuruk," jelasnya dalam acara Webinar Ekspansi Kredit Sektor UMKM di Tengah Ancaman Inflasi yang diselenggarakan AKURAT.CO dan didukung oleh Bank Indonesia, Jamkrindo dan PNM pada Rabu (21/9/2022).

baca juga:

Namun kondisi ini berbeda dengan pertumbuhan mikro seperti UMKM yang mana lebih stabil ditengah kondisi tekanan inflasi. Ia mengungkapkan pertumbuhan UMKM bisa stabil karena adanya kontribusi dari pertumbuhan UMKM itu sendiri serta adanya pendukung dari pertumbuhan kredit.

Bank BRI menurut Setiyarta, terus mengantisipasi pertumbuhan kredit tersebut dengan mengendalikan Non Performing Loan (NPL) yang mana apabila pertumbuhan kredit tinggi maka harus disesuaikan sehingga Bank dan UMKM bisa sama-sama saling menghasilkan.

"Pertumbuhan kredit itu juga kita anitsipasi agar NPL itu terkendali, dengan tekanan inflasi dan pertumbuhan kredit yang juga tinggi, itu kita kendalikan npl supaya tidak menggerus biaya dari Bank sehingga bisa menghasilkan baik dari UMKM dan juga dari Bank itu sendiri," jelasnya.

Kemudian, ia berkaca pada pertumbuhan kredit pada dua tahun terakhir, yang mana pertumbuhan secara nasional sendiri dalam penyaluran kredit berada diatas 10 persen.

Pertumbuhan kredit ini juga menjadi positif karena kebijakan pemerintah yang terus mendukung UMKM untuk mendapatkan stimulus tambahan. Bank BRI dengan ini menangkap dan bersinergi dengan pemerintah supaya stimulus yang diberikan oleh pemerintah bisa memberikan keuntungan bagi UMKM.

"Adanya tekanan inflasi itu kemudian muncul kebijakan pemerintah soal stimulus UMKM. Hal itu sudah sangat mendukung dengan ditangkapnya stimulus disampaikan oleh pemerintah yang langsung kita tangkap dan kita sinergikan supaya stimulus itu sampai ke masyarakat dan memberikan keuntungan di UMKM itu sendiri," pungkas Setiyarta.