Rahmah

Persis dengan LGBT, ini Kisah Kaum Sodom di Masa Nabi Luth AS dalam Al-Qur'an

Gambaran LGBT dikisahkan seperti dalam kisah kaum sodom di masa Nabi Luth.


Persis dengan LGBT, ini Kisah Kaum Sodom di Masa Nabi Luth AS dalam Al-Qur'an
Ilustrasi Kaum Sodom di zaman Nabi Luth (pinterest.com)

AKURAT.CO Al-Qur'an merupakan wahyu yang Allah turunkan untuk Nabi Muhammad sebagai tuntunan bagi semua manusia. Di dalamnya dijelaskan persoalan hukum, politik, dan termasuk kisah-kisah yang mengandung banyak hikmah, seperti kisah kaum sodom di masa Nabi Luth AS.

Nabi Luth as merupakan putra dari Hasan bin Tarikh saudara kandung Nabi Ibrahim as. Nabi Luth as tinggal dan menetap di wilayah Sodom, yang menurut penelitian para arkeolog daerah tersebut kini berada di wilayah Yordania.

Menetapnya Nabi Luth as di daerah Sodom bukan tanpa alasan. Beliau mendapat perintah dari Allah Swt untuk mengajak penduduk Sodom agar kembali ke jalan yang benar. Hal ini tidak terlepas dari perilaku menyimpang penduduk Sodom yang menyalahi kodrat manusia pada umumnya. Perilaku menyimpang itu adalah praktik homoseksual, laki-laki mencintai laki-laki begitu juga perempuan mencintai perempuan.

baca juga:

Di dalam QS. Al-A’raf ayat 80-82 Allah berfirman yang artinya, (Kami juga telah mengutus) Nabi Luth as, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian (di dunia ini)? Sungguh, kalian telah melampiaskan syahwat kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kalian benar-benar kaum yang melampaui batas.

Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negeri ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.

Dari ayat di atas jelaslah bahwa praktik Sodom dilakukan pertama kali oleh kaum Nabi Luth as yang lepas dari koridor agama. Akhlak buruk yang merajalela di wilayah Sodom tersebut mengakibatkan siapa saja pendatang tidak akan selamat dari gangguan penduduk Sodom.

Jika orang yang baru datang itu adalah seorang laki-laki, maka mereka akan diperebutkan oleh laki-laki penduduk Sodom, begitu juga jika yang datang adalah perempuan maka para perempuan di sana akan mengganggunya.

Mengemban amanah untuk berdakwah, Nabi Luth as mengajak penduduk Sodom untuk bertaubat kepada Allah Swt. Akan tetapi, ajakannya berbuah sia-sia karena penduduk Sodom hatinya sudah keras. Para penduduk Sodom itu bahkan menantang azab dari Allah Swt.

Hingga akhirnya Nabi Luth as meminta pertolongan kepada Allah Swt sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an Surah Al-Ankabut ayat 30 yang artinya, “Ia berkata, Ya Tuhanku tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”