News

Persidangan Pembunuhan Jamal Khashoggi Dimulai, 20 Terdakwa Arab Saudi Tak Hadir


Persidangan Pembunuhan Jamal Khashoggi Dimulai, 20 Terdakwa Arab Saudi Tak Hadir
Sidang pembunuhan Jamal Khashoggi diharapkan mampu mengungkap keberadaan jasadnya (CNN)

AKURAT.CO, Sidang pembunuhan Jamal Khashoggi telah dimulai di Istanbul, Turki, pada Jumat (3/7) dengan mendakwa 20 warga negara Arab Saudi. Tunangannya berharap kasus ini akan mengungkap petunjuk baru tentang misteri keberadaan jasad jurnalis yang dianggap pembangkang itu.

Dilansir dari CNN, para terdakwa akan diadili secara 'in abstentia' atau tidak dihadirkan. Mereka termasuk Ahmed al-Assiri, mantan wakil kepala intelihen umum Arab Saudi, dan Saud al-Qahtani, mantan penasihat Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Keduanya dituduh 'menghasut pembunuhan berencana dengan penyiksaan berdasarkan niat mengerikan'. Sementara itu, 18 terdakwa lainnya dikenakan tuduhan 'pembunuhan berencana dengan penyiksaan berdasarkan niat mengerikan'.

Ankara telah berulang kali menyerukan ekstradisi para tersangka agar bisa diadili di Turki, tempat kejahatan terjadi. Namun, Riyadh belum memenuhi permintaan itu.

Surat dakwaan menjabarkan secara rinci urutan peristiwa mulai 2 Oktober 2018 saat Khashoggi berjalan ke konsulat Saudi guna mengambil dokumen untuk menikahi tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz. Tak hanya itu, diuraikan juga konspirasi di antara para terdakwa, rekaman CCTV pergerakan para tersangka, di mana 15 orang di antaranya terbang ke Turki dari Arab Saudi menjelang pembunuhan, serta kesaksian saksi mata dari para pegawai Turki di konsulat yang dicutikan di hari pembunuhan.

Persidangan ini membawa harapan baru bagi Cengiz. Ia bertekad tak akan berhenti mengejar keadilan untuk tunangannya yang dibunuh.

"Saya akan terus mengejar semua proses hukum untuk menuntut pertanggungjawaban pembunuh Jamal. Saya tak akan istirahat sampai kita mendapat keadilan untuk Jamal," tegasnya dalam pernyataan tertulis untuk CNN.

Ia menyebut pembunuh tunangannya dan orang-orang yang memerintahkan pembunuhan itu telah menghindari pengadilan hingga saat ini.

"Semoga persidangan di Turki mengungkap keberadaan jasad Jamal, bukti terhadap para pembunuh dan bukti dari mereka yang berada di balik pembunuhan mengerikan ini," tuturnya.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu