Ekonomi

Persiapan Musim Dingin, Uni Eropa Mulai Gotong-royong Cari Pasokan Gas

Kepala Kebijakan Energi UE Kadri Simson mengataka, mereka dan negara-negara UE akan 'gotong-royong' demi memperoleh akses ke pasokan gas yang tersedia.


Persiapan Musim Dingin, Uni Eropa Mulai Gotong-royong Cari Pasokan Gas
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (IED.EU)

AKURAT.CO, Uni Eropa nampaknya akan berencana untuk membeli gas bersama-sama sebelum memasuki musim dingin, hal ini merupakan usaha untuk mengurangi ketergantungan pada gas Rusia dan membangun penyangga terhadap guncangan pasokan energi yang sedang dihadapi oleh negara anggota mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Kepala Kebijakan Energi UE Kadri Simson mengatakan bermaksud untuk mulai membeli gas bersama tahun ini, didukung oleh platform UE yang diluncurkan bulan lalu yang akan menyatukan permintaan negara-negara dan mengoordinasikan penggunaan infrastruktur untuk mengimpor pasokan non-Rusia.

Simson mengatakan, bila mereka dan negara-negara UE akan 'gotong-royong' demi memperoleh akses ke pasokan gas yang tersedia, demi menghindari hal yang tak diinginkan.

baca juga:

"Ada volume gas terbatas yang tersedia di pasar global untuk tahun ini, dan beberapa dari mereka datang ke pasar hanya karena keputusan politik," katanya, menunjuk pada kesepakatan AS-Uni Eropa dari Maret untuk memasok Amerika Serikat.

Pembelian bersama akan bersifat sukarela untuk negara-negara. Analis mengatakan skema tersebut dapat menjadikan mereka untuk mengamankan volume yang signifikan dari pasar global yang dipasok atau untuk diluncurkan dengan cepat mengingat kompleksitas koordinasi antara perusahaan, pemerintah dan Brussels.

Komisi Eropa, Badan Eksekutif Uni Eropa, pekan lalu mengusulkan rencana bagaimana mereka bisa keluar dari bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027, dengan mempercepat investasi dalam energi terbarukan dan penghematan energi dan beralih ke bahan bakar fosil non-Rusia.

Sekadar informasi, saat ini 40% pasokan gas alam Eropa berasal dari Rusia. Aliran gas itu mengalir ke berbagai negara mulai dari Jerman, Austria, Hungaria, Slovenia dan Slovakia sampai Polandia. Jika pengiriman gas dari Rusia terhenti. Maka Eropa akan kehilangan sekitar 10%-15% pasokannya, bahkan lebih.

Pemerintah Rusia menegaskan pembeli gas dari negara lain harus menyetorkan Euro atau Dolar AS ke rekening di bank swasta Rusia Gazprombank. Dari situ Euro atau Dolar AS akan dikonversi menjadi Rubel baru lah transaksi gas bisa dilakukan.Memang tujuan pemerintah Rusia mengeluarkan aturan pembayaran menggunakan Rubel adalah untuk membantu melindungi ekonomi Rusia dari dampak sanksi sementara yang diberlakukan oleh negara-negara Eropa.

Brussels mengatakan negara-negara anggota sebagian besar harus menggunakan energi terbarukan dan penghematan energi untuk menggantikan volume tersebut, dan mengharapkan permintaan gas turun 30% pada tahun 2030.

Namun dalam jangka pendek, Eropa tetap bergantung pada bahan bakar fosil. Uni Eropa pekan lalu menyetujui undang-undang yang mewajibkan negara-negara untuk mengisi penyimpanan gas 80% menjelang musim dingin, untuk membantu menyediakan penyangga terhadap guncangan pasokan bahan bakar fosil.

Sumber: Reuters