Tech

Persiapan Daerah Istimewa Yogyakarta Beralih ke TV Digital

Kemenkominfo berencana memberhentikan siaran TV analog paling lambat pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB dan beralih ke TV digital


Persiapan Daerah Istimewa Yogyakarta Beralih ke TV Digital
Dukung migrasi TV digital Indonesia

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana memberhentikan siaran TV analog paling lambat pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB. Hal ini dinilai mampu memberikan kualitas penyiaran yang lebih baik kepada masyarakat. 

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY saat ini tengah bersama-sama melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun lembaga penyiaran khususnya media penyiaran lokal sehingga diharapkan sudah siap bermigrasi dari TV analog ke TV digital pada Agustus 2022 mendatang. Salah satu hal yang penting ialah melakukan penyebaran Set Top Box (STB) dari TV analog menjadi TV digital gratis kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu dan membutuhkan seperti mekanisme program bantuan sosial.

Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hari mengatakan kira-kira akan ada 10.000 hingga 100 ribu STB yang akan dibagikan bagi masyarakat kurang mampu atau yang membutuhkan di DIY. “Masyarakat yang kurang mampu nantinya juga akan dapat menikmati siaran TV digital yang gambarnya lebih bersih tidak tergantung cuaca seperti TV analog, suara lebih jernih dan kanalnya menjadi lebih banyak karena canggih teknologinya,” ujar Rony.

Kemudian terkait lembaga penyiaran, pemerintah telah menetapkan penyelenggara multiplekser (mux) yaitu Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan beberapa televisi swasta yang akan menampung televisi lokal bermigrasi dari siaran TV analog ke TV digital. “Saya kira bagi perusahaan atau lembaga penyiaran di tanah air sudah mengarah ke TV digital saat ini, hanya saja berbagai perangkat yang dimiliki perlu dirubah dari analog ke model digital. Ada dua mux yang disediakan di DIY yaitu TVRI dan Metro TV yang masing-masing akan menampung 12 TV digital.

“Kurang lebih sudah ada 20 saluran TV digital yang terdaftar di DIY dan dalam taraf uji coba saat ini, jadi masih ada sisa 4 saluran TV digital yang belum terisi.” kata Rony. “Semua lembaga penyiaran televisi di DIY harus siap berpindah dari TV analog ke TV digital kalau tidak, akan ketinggalan, apalagi TV analog sudah tidak bisa digunakan tahun depan.” tegasnya.

Rony menekankan kehadiran saluran TV digital ini diharapkan agar lembaga penyiaran televisi di daerah bisa lebih berperan terhadap daerahnya sendiri, khususnya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerahnya. Sehingga kepemilikan saluran TV digital di DIY dimiliki dan diproduksi oleh masyarakat DIY yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Khususnya bagi DIY sendiri hal ini akan semakin mengangkat nilai- nilai keistimewaan DIY, menyiarkan siaran dengan bahasa lokal, menggunakan produksi dan sumber daya manusia (SDM) lokal sehingga bisa menghidupkan seniman/budayawan maupun pelaku usaha lokal dan lainnya.

TV digital ini berbeda dengan TV streaming menggunakan gawai maupun TV kabel atau satelit berlangganan, TV digital menggunakan jaringan televisi terestial free to air hanya salurannya ditangkap dengan sistem digital. “Dengan semakin banyak lembaga penyiaran di DIY maka edukasi yang disampaikan ke masyarakat menjadi lebih baik,” terang Rony.

Sementara itu, Ketua KPID DIY Dewi Nurhasanah mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja telah diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran Pasal 85, dimana Pemerintah membantu penyediaan alat bantu penerimaan siaran STB kepada rumah tangga miskin agar dapat menerima siaran televisi secara digital melalui terestrial.

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu