Ekonomi

Persediaan Gas Eropa untuk Musim Dingin Aman, Tapi Tahun Depan Malah Kedinginan

Persediaan Gas Eropa untuk Musim Dingin Aman, Tapi Tahun Depan Malah Kedinginan
Pipa Gas Nord Stream 1 (Reuters.com)

AKURAT.CO Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mengungkapkan bahwa penyimpanan gas untuk musim dingin Eropa telah dipastikan hampir penuh. Hal ini dapat dilihat dari 90 persen dari kapasitas tangki penyimpanan di negara-negara Eropa sudah terisi.

"Dengan penyimpanan gas hampir 90%, Eropa akan bertahan pada musim dingin ini dengan hanya beberapa memar selama tidak ada kejutan politik dan teknis, yang berikutnya dapat menimbulkan tantangan yang signifikan," kata Birol melansir dari CNBC, Kamis (6/10/2022).

Menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol, hal ini memungkinkan Eropa untuk menghadapi krisis energi di tahun depan, setelah tangki mereka dikuras untuk melewati musim dingin tahun ini.

baca juga:

Kemudian, lebih lanjut, Birol menambahkan tingkat penyimpanan gas Eropa kemungkinan akan turun menjadi antara 25-30%, sedangkan untuk musim dingin di tahun 2023 bisa menjadi 80 sampai 90 persen.

Birol memandang hal ini juga menjadi sebuah hal yang sulit, namun musim dingin berikutnya juga tak lain halnya dengan musim dingin yang akan dilalui oleh Eropa tahun ini.

"Jadi musim dingin ini sulit, tetapi musim dingin berikutnya mungkin juga sangat sulit," tutur Birol.

Sebagaimana diketahui, Uni Eropa (UE) memang sedang berjuan untuk menopang pasokan energi mereka sejak perang antara Rusia dan Ukraina meletus pada 24 Februari silam.

Sejak perang meletus, Rusia yang merupakan pemasok gas dan minyak bumi terbesar UE, terpangkas oleh ekspor sebagai tanggapan atas sanksi Barat.

Untuk diketahui, Pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 tiba-tiba kehilangan tekanan pada 26 September, menyusul serangkaian ledakan bawah laut yang kuat di pulau Bornholm, Denmark. Insiden itu menyebabkan kebocoran gas besar-besaran, dengan volume besar masuk ke laut.

Sumber: CNBC, Reuters