Ekonomi

Perry Warjiyo Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Jadi 5,8 Persen, Indikatornya?

BI meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2021 dari 5,7 persen menjadi 5,8 persen


Perry Warjiyo Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Jadi 5,8 Persen, Indikatornya?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat (8/6) (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2021 dari 5,7% menjadi 5,8% di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat seiring penyebaran varian delta Covid-19 di sejumlah negara.

“Bank Indonesia merevisi ke atas prakiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2021 menjadi 5,8% dari sebelumnya sebesar 5,7%,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/7/2021).

Menurut Perry, hal ini berdasarkan kenaikan pertumbuhan ekonomi yang tercatat di Amerika Serikat (AS) dan Kawasan Eropa seiring dengan percepatan vaksinasi serta berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter.

Sementara, pertumbuhan ekonomi Tiongkok tetap tinggi. Prospek ekonomi India dan kawasan ASEAN diprakirakan lebih rendah, seiring dengan penerapan pembatasan mobilitas untuk mengatasi peningkatan kembali kasus Covid-19.

Selain itu, volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga diprakirakan lebih tinggi sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global meningkat didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek ekonomi dunia, serta antisipasi terhadap rencana kebijakan pengurangan stimulus moneter (tapering) the Fed.

“Kondisi tersebut mendorong pengalihan aliran modal kepada aset keuangan yang dianggap aman (flight to quality), sehingga mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,” lanjutnya.

Kondisi ini menyebabkan investor mengalihkan modalnya ke aset yang lebih aman sehingga aliran modal asing ke emerging market menjadi terhambat dan nilai tukar di negara tersebut pun menjadi tertekan.

Adapun, BI juga melakukan revisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi ke bawah dari 4,1 hingga 5,1% menjadi 3,5 hingga 4,3%.

“BI perkirakan ekonomi pada 2021 jadi 3,5-4,3 persen dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1%,” katanya.

Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 akan lebih rendah dikarenakan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

Perekonomian pada kuartal IV diperkirakan akan kembali meningkat, didorong oleh perbaikan mobilitas masyarakat sejalan dengan peningkatan vaksinasi Covid-19 dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter, serta meningkatnya kinerja ekspor.[]