Ekonomi

Perry Warjiyo Prediksi Pertumbuhan Transaksi Keuangan Digital E-Commerce Cetak Rp370 Triliun

Perry memprediksi pertumbuhan transaksi keuangan digital seperti e-commerce akan melonjak hingga 39% pada tahun ini menjadi sekitar Rp370 triliun


Perry Warjiyo Prediksi Pertumbuhan Transaksi Keuangan Digital E-Commerce Cetak Rp370 Triliun
Gurbernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Jakarta, Kamis (14/11) (AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika )

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhan transaksi keuangan digital seperti perdagangan daring (e-commerce) akan melonjak hingga 39% pada tahun ini menjadi sekitar Rp370 triliun, di tengah masih terbatasnya aktivitas masyarakat karena pandemi Covid-19.

Tiga lini ekonomi digital yang diperkirakan akan tumbuh pesat adalah e-commerce, uang elektronik (e-money), dan layanan perbankan digital (digital banking).

“Masing-masing, seperti e-commerce bisa tumbuh 39 persen, e-money 32%, digital banking 22%, ” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam seminar daring Kebijakan "Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19” di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Dilansir dari Antara, pertumbuhan lini transaksi keuangan digital, kata Perry Warjiyo, akan menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi di tengah tekanan pandemi Covid-19. Ekonomi digital juga, lanjutnya, diharapkan membantu meningkatkan keuangan inklusif atau pemerataan akses keuangan.

Bank Sentral, kata dia, mengharapkan pesatnya ekonomi digital dapat membantu menumbuhkan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun menurut dia, pesatnya transaksi keuangan digital juga harus diantisipasi dengan kebijakan yang mengedepankan prinsip keamanan dan kehati-hatian.

“Ini peluang peluang untuk mendukung pemulihan ekonomi, dan juga inklusi ekonomi, termasuk UMKM, tapi juga mengandung risiko, termasuk risiko siber,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Lebih lanjut ia menegaskan pemulihan ekonomi juga akan sangat tergantung dengan penanganan pandemi Covid-19, di antaranya melalui pelaksanaan vaksinasi.

Di ranah makroprudensial, Bank Indonesia memastikan akan terus mendorong kredit dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berjalan maksimal.

Sumber: Antara