News

Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok

Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

AKURAT.CO, Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total semakin membuat warga Jakarta tidak bersimpatik padanya. Elektabilitas Anies semakin anjlok.

Survei yang di lakukan oleh Polmatrix Indonesia perubahan ini terekam dalam periode empat bulan sejak survei sebelumnya yang dilakukan pada Mei 2020. Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil naik tajam, demikian pula dengan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo lebih berhasil mendulang keuntungan secara elektoral dibandingkan dengan Anies," ujar Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto.

Menanggapi itu, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI August Hamonangan menganggap wajar jika Elektabilitas Anies turun terus, apalagi dengan PSBB ketat di perpanjang. Selain mengakibatkan banyak perusahaan yang bangkrut dan ratusan ribu karyawan terkena PHK, Anies juga tidak konsisten menerapkan protokol kesehatan pada saat PSBB transisi, di antaranya memperbolehkan pengumpulan masa untuk demonstrasi.

August Hamonangan mengatakan ketidaksetujuan warga Jakarta terhadap kebijakan Anies memperpanjang PSBB total karena dinilai tidak efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Dewan Pembina Solidaritas Korban Pelanggaran Lingkungan (SoKoPeL) ini mengungkapkan meski PSBB diperpanjang ternyata lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta tetap terjadi, yakni sebesar 1.000 kasus per hari

"Ini bukti bahwa perpanjangan masa diberlakukannya PSBB ketat tidak efektif menekan penyebaran virus COVID-19. Saat ini total kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 68.927 kasus," ujarnya, Senin (28/9/2020).

"Aparat Pemprov DKI di daerah tertentu menggembar-gemborkan penggunaan masker, tapi di daerah lainnya seperti di Kota Tua justru terkesan membiarkan dan tidak memberikan sanksi kepada orang yang tidak menggunakan masker. Enggak ada satu pun Satpol PP yang melakukan razia masker di sana," ungkapnya.

August menyatakan setuju diperlukan tindakan represif agar masyarakat patuh melaksanakan protokol kesehatan.

"Silakan dikenakan sanksi bagi yang melanggar, jangan memperpanjang PSBB total yang sudah terbukti tidak efektif. Tapi sebelum harus dilakukan, sosialisasikan dulu ke masyarakat," tukasnya. []

baca juga:

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu