News

Perpanjang Daya Tampung, Sampah di TPA Piyungan Dipadatkan

Pemda DIY mengupayakan pemadatan sampah di zona A dan B Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan guna memperpanjang daya tampungnya.


Perpanjang Daya Tampung, Sampah di TPA Piyungan Dipadatkan
Sampah menggunung di depo dan TPS Kota Yogyakarta, Selasa (10/5/2022). (AKURAT/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengupayakan pemadatan sampah di zona A dan B Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan guna memperpanjang daya tampungnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, upaya itu tengah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (DLHK) DIY dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY.

"Setelah dipadatkan kemarin, bisa turun sekitar 4 meter dan mungkin bisa bertambah daya tampungnya sekitar 1,5 bulan," kata Aji, Rabu (11/5/2022).

baca juga:

Upaya ini sendiri terkait wacana membuka lahan transisi di sebelah utara TPA Piyungan imbas tak memadainya daya tampung zona A dan zona B.

Wacana lahan transisi inilah yang menjadi salah satu persoalan pemicu pemblokiran akses menuju TPA Piyungan oleh warga, Sabtu (7/5/2022) lalu.

"Zona transisi akan digunakan kalau kapasitas zona A dan B benar-benar sudah tidak memadai. Jadi kita memaksimalkan dulu zona A dan zona B," jelas Aji.

Aji menuturkan, jika zona transisi digunakan maka diproyeksikan hanya hingga tahun 2025. Setelahnya ditutup dan tidak akan ada lagi pembuangan sampah.

"Pada intinya, kita sekarang sedang mengupayakan pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pengolahan atau pemrosesan," imbuhnya.

Blokade sendiri sudah mulai dibuka pada Kamis (12/5/2022) pagi usai adanya kesepakatan antara Pemda DIY dan warga seputaran TPA Piyungan. Termasuk, salah satu di antaranya adalah soal pemakaian lahan transisi ini.

Kesepakatan lain terkait lahan baru untuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dipastikan menggunakan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

Kemudian, optimalisasi instalasi pengolahan air lindi yang akan selesai dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Kemen PUPR akhir Bulan Juli 2022. Selanjutnya, optimalisasi saluran outlet lindi yang akan dilaksanakan pada TA 2023.

Lalu, adanya kajian terhadap kebutuhan sumber air bersih di Dusun Banyakan 3 maupun Ngablak.

Berikutnya, pembebasan lahan untuk KPBU tidak menggunakan lahan pemukiman. Pemda DIY juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Bantul, Sleman, dan Pemkot Yogyakarta untuk melakukan penertiban armada sampah yang tidak layak pakai.[]