Ekonomi

Perpadi: Boleh Impor Beras Asalkan Saat Masa Panen Raya Selesai

Perpadi: Boleh Impor Beras Asalkan Saat Masa Panen Raya Selesai
Pekerja beraktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai wacana impor beras 1,5 juta ton harus ditunda selama masa panen raya yang berlangsung pada April dan Mei.

Menurut Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso, saat ini pemerintah perlu fokus untuk melakukan penyerapan gabah petani saat musim panen ini.

"Sebenarnya justru yang penting adalah untuk dilakukannya penyerapan gabah dari tingkat petani dan penggilingan itu jauh lebih penting saat ini daripada wacana impor," katanya saat dihubungi Akurat.co, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

baca juga:

Menurutnya, keputusan impor sah-sah saja untuk dilakukan saat masa panen selesai dan musim tanam kedua dimulai. Pemerintah harus melihat apakah panen tahun ini sesuai kebutuhan, jika sudah ada rencana impor saat ini maka akan merugikan petani hingga bakal terjadi kelebihan pasokan.

"Idealnya impor itu harusnya panen pertama selesai dan musim tanam kedua, kira-kira Juni dan Juli, baru bisa diputuskan impor," ucapnya.

Ia menyarankan, pemerintah perlu menugaskan penyerapan lebih masif lagi baik melalui Bulog atau penunjukkan BUMN klaster pangan.

Seperti diketahui, rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton mengemuka dalam paparan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sendiri memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras bila stok petani dalam negeri mencukupi kebutuhan pangan nasional. Menurut dia, keran impor baru dibuka ketika cadangan di gudang Perusahaan Umum Bulog menipis.

“Saya jamin tidak ada impor beras ketika panen raya dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan petani karena memang belum ada impor,” ujar Lutfi beberapa waktu lalu. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu