News

Perombakan Direksi Jakpro Terlalu Politis

Perombakan Direksi Jakpro Terlalu Politis
Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi PKS, M Taufik Zoelkifli. (Realitarakyat.com)

AKURAT.CO Perombakan direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) seharusnya tidak bersifat politis. 

Perombakan direksi sejatinya didasari atas alasan logis dan rasional, sehingga sasaran utama yang ingin dicapai dari keputusan itu juga tercapai. 

Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi PKS, Muhammad Taufik Zoelkifli, merespons pencopotan direksi PT Jakpro sebagaimana sebelumnya disampaikan Plt Kepala Badan Pelaksana BUMD, Fitri Rahadiani. 

baca juga:

"Catatan saya, harusnya perombakan direksi itu tidak bersifat politis. Artinya perombakan ini untuk tujuan yang lebih luhur, tinggi yaitu membuat Jakarta lebih baik. Ya mestinya dikecilkan lah (untuk tujuan politis) kalaupun politis, alasannya harus logis, rasionable," jelasnya, Selasa (29/11/2022). 

Taufik menilai alasan BP BUMD melakukan perombakan semata untuk penyegaran terkesan kurang kreatif. Sebab, alasan itu juga dipakai saat perombakan direksi MRT belum lama ini. 

"Memang template kayaknya sih, kurang kreatif BP BUMD-nya. Kalau di nasional kan namanya Menteri BUMN. Kalau di Jakarta namanya BPBUMD cuma memang wewenangnya, wibawanya tidak seperti Menteri BUMN. Kalau BP BUMD itu lebih sangat disetir oleh kepentingan gubernur," ungkapnya. 

Taufik menambahkan, perombakan direksi memang merupakan kewenangan dan hak Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Tetapi, sebagai mitra, DPRD juga punya hak untuk mengoreksi dan mengkritisi kebijakan gubernur. Karena itu, wajar bila dirinya mengkritisi perombakan direksi dengan alasan-alasan template. 

"Sebagai salah satu anggota dewan, ini siapa yang diganti dan mengapa diganti itu harus jelas. Saya memang harus meminta penjelasan dari BPBUMD, dari asisten perekonomian dan pemda terkait itu," ujarnya. 

Diketahui, lima direktur di PT Jakpro yang diangkat di era Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kini dicopot. Kelimanya yakni Dirut PT Jakpro, Widi Amanasto; Direktur Pengelolaan Aset, Gunung Kartiko; Direktur SDM dan Umum, Leonardus W Wasono Mihardjo; Direktur Keuangan, Muhammad Taufiqurrachman dan Iwan Takwin. Terbaru, Iwan Takwin terpilih sebagai Direktur Utama Jakpro menggantikan Widi Amanasto. 

Plt Kepala BP BUMD, Fitri Rahadiani, berdalil perombakan besar-besaran ini dalam rangka penyegaran struktur organisasi.

"Perubahan susunan direksi dan komisaris PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dilaksanakan atas pertimbangan penyegaran dalam struktur organisasi perusahaan dalam rangka perbaikan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan bisnis ke depannya," katanya dalam keterangan tertulis.

Pergantian itu diputuskan melalui RUPS Sirkuler (Keputusan Para Pemegang Saham di Luar RUPS) sebagaimana dimungkinkan terjadi sesuai ketentuan Pasal 91 UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas. Para pemegang saham perseroan telah setuju dan sepakat mengesahkan keputusan para pemegang saham di luar RUPS untuk mengganti anggota direksi dan komisaris Jakpro.