News

Pernyataan Yaqut Dibantah Habis PBNU

Pernyataan Menteri Agama bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah untuk NU dibantah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmi Faishal Zaini.


Pernyataan Yaqut Dibantah Habis PBNU
Dokumen. Konferensi Pers PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2019) (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO  Pernyataan Menteri Agama bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah untuk NU dibantah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmi Faishal Zaini.

Helmy menegaskan bahwa Kemenag bukanlah milik NU. Namun milik semua umat beragama yang bertujuan untuk melahirkan kemaslahatan umat dan kesejahteraan. 

"Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam," kata Helmy dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10/2021).

Helmy menyampaikan, NU memang punya peran penting dalam penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Pancasila. Namun, hal itu tak membuat NU menjadi istimewa di pemerintahan.

NU, kata dia, tidak memiliki tendensi untuk menguasai dan mendapatkan keistimewaan karena telah berperan penting dalam penyusunan Pancasila secara final. NU bahkan tidak berniat memanfaatkan sejarah itu untuk menguasai pemerintahan. 

"Meski demikian, NU tidak memiliki motivasi untuk menguasai ataupun memiliki semacam privelege dalam pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan karena NU adalah jamiyyah diniyah ijtimaiyyah, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan," tuturnya.

Karena itu, pendapat Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas, kata dia, merupakan pendapat pribadi. Bukan pendapat NU. Karenanya, ia menyayangkan pernyataan yang menyeret-nyeret NU dalam pernyataan kontroversial itu. 

"Pada dasarnya, semua elemen sejarah bangsa ini punya peran strategis dalam pendirian NKRI, melahirkan Pancasila, UUD 1945 dalam keanekaragaman suku, ras, agama, dan golongan. Bhinneka Tunggal Ika," ucap Helmy.

Sebelumnya, Menag Yaqut menuai kontroversi dengan menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. Ia berkata NU berhak atas posisi di Kemenag karena jasa dalam penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta.

"Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU," klaim Yaqut, disiarkan kanal YouTube TVNU Rabu (20/10/2021).[]