News

Pernyataan Surya Paloh Bikin Heboh, Begini Komentar Ferdinand 

Pernyataan Surya Paloh Bikin Heboh, Begini Komentar Ferdinand 
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Ketua Umum Patai NasDem Surya Paloh mendadak membuat heboh publik dengan pernyataannya soal tidak usah ada Pemilu jika ujung-ujungnya mendatangkan perpecahan. Hal ini sontak menuai bermacam tanggapan. 

Belum usai heboh pernyataan soal pemilu mendatangakan perpecahan itu. Pernyataan lain dari Surya Paloh soal politik identitas tak selalu negatif dalam sejarah kembali menimbulkan pro-kontra. 

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mempertanyakan terkait dengan pernyataan Surya Paloh itu. Sebab menurut dia, jika identitas digunakan dalam politik maka dampaknya akan selalu negatif. 

baca juga:

"Indentitas itu terdiri dari, nama, suku, RAS, dan agama, jenis kelamin. Kira-kira identitas mana yang tidak negatif jika digunakan dalam politik?" Kata Ferdinand dikutif dari Twitter pribadinya @FerdinandHutah4, Rabu (27/7/2022). 

Lebih jauh, mantan politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa politik identitas pasti berdampak negatif jika digunakan dalam politik. 

"Identitas jika digunakan dalam politik pasti negatif!" jelas dia. 

Sementara itu, terkait dengan pernyataan Surya Paloh soal tidak usah ada pemilu jika ujung-ujungnya mendatangkan perpecahan.  

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (OPI) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa pernyataan Surya Paloh tidak untuk meniadakan pemilu 2024. Melainkan sebagai bentuk kepeduliannya sebagai seorang tokoh bangsa. 

"Itu bukan statemen yang diarahkan pada inisiasi menghilangkan Pemilu, itu statemen yang lebih mungkin karena kepeduliaan Surya Paloh sebagai tokoh bangsa, agar Pemilu dilaksanakan damai dengan sukacita, karena tidak ada artinya Pemilu jika hasilnya perpecahan," kata Dedi dikonfirmasi terpisah.

"Statemen itu ditujukan secara langsung untuk KPU dan pihak-pihak yang berkepentingan, agar dapat menjalankan Pemilu yang benar-benar menjadi pesta rakyat," sambungnya. []