News

Pernyataan Lengkap Kejari Jakpus Soal Eksekusi Eks Jaksa Pinangki ke Lapas Tangerang

Boyamin Saiman menyebut ada perlakuan spesial penahanan Pinangki karena masih ditahan di Rutan Kejagung.


Pernyataan Lengkap Kejari Jakpus Soal Eksekusi Eks Jaksa Pinangki ke Lapas Tangerang
Tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari mengenakan rompi tahanan usai di periksa penyidik di gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat melakukan eksekusi atas terpidana Pinangki Sirna Malasari ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tangerang, sesuai dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (2/8/2021) Tim Jaksa eksekutor Kejari Jakarta Pusat telah melaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Pinangki Sirna Malasari ke Lapas wanita kelas II A, Tangerang," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Riono Budisantoso dalam rilisnya, Senin (2/8/2021).

Eksekusi Pinangki berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor Print-539/M.1.10/Fu.1/07/2021 tanggal 30 Juli 2021.

Riono mengatakan, Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 38 / Pid.Sus / 2020 / PN.Jkt.Pst. tanggal 08 Februari 2021 jo Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 10/Pid.Sus/2021/ PT.DKI tanggal 14 Juni 2021 atas nama terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

Putusan itu telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dengan amar putusan menyatakan bahwa Pinangki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Baik dakwaan dakwaan ke satu-Subsidiair dan “Pencucian Uang” sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Kedua dan “pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi” sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Ketiga-Subsidiair," terang Riono.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menyebut ada perlakuan spesial penahanan Pinangki karena masih ditahan di Rutan Kejagung.

Ia pun mendesak agar Pinangki sebagai terpidana harus segera di eksekusi ke Rutan Pondok Bambu. "Saya menduga bahwa kekhawatiran bahwa ada hal yang sengaja ditutupin adalah benar adanya."

Sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Pinangki Sirna Malasari 10 tahun penjara dan dihukum membayar denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada sidang banding Senin 14 Juni 2021, memangkas hukuman Pinangki dari 10 tahun menjadi empat tahun.

Salah satu alasan hakim memangkas hukuman tersebut yaitu bahwa terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil.

Namun, Kejaksaan Agung memutuskan untuk tak mengajukan kasasi terkait dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memotong hukuman eks jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara.

Tak hanya itu, imbas dari putusan tersebut, hukuman Djoko Tjandra selaku pihak yang melakukan penyuapan pun dipangkas menjadi 3,5 tahun penjara.

"Sumber masalahnya kalau kita runut sebenarnya ini adalah keengganan Jaksa Agung memerintahkan jaksa penuntut umum untuk mengajukan kasasi dan terkesan menurut saya bahkan ini tidak disuruh. Ini berarti bisa jadi malah dilarang untuk mengajukan kasasi," ujar Boyamin.

Menurutnya, selama ini Jaksa Agung diam seribu bahasa, padahal banyak desakan dan bahkan sudah ia laporkan kepada presiden. Yaitu untuk memerintahkan Jaksa Agung mengajukan kasasi.

"Tapi nyatanya tidak kasasi dan yang memberikan jawaban hanya Kajari Jakarta Pusat, yang mengatakan tidak ada alasan untuk mengajukan kasasi. padahal banyak alasan untuk mengajukan kasasi kan," katanya.

Ia pun mengatakan bahwa hal itulah yang harus dikembalikan pada sumber permasalahan, yaitu persoalan Jaksa Agung yang tidak memerintahkan kasasi.

"Itu yang harusnya kemudian presiden ya mau ndak mau saya minta untuk mencopot Jaksa Agung karena tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat," katanya.[]