News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton


Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton
Mantan anggota TNI Ruslan Buton (Twitter/@Mang_Aldo)

AKURAT.CO, Baru-baru ini, mantan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ruslan Buton, diamankan oleh pihak kepolisian dari Mabes Polri, Polda Sulawesi Utara (Sultra), dan Polisi Militer (POM) TNI, Kamis (28/5).

Pengamanan eks anggota TNI tersebut terkait surat terbuka berisi tuntutan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibuat oleh dirinya. Surat terbuka dalam bentun video tersebut pun sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu.

Lantas, seperti apa sosok Ruslan Buton?

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta tak terduga Ruslan Buton.

1. Tuntut Jokowi mundur

Dalam video surat terbuka yang ia buat, Ruslan membahas situasi Indonesia. Termasuk permasalahan pandemi virus corona atau COVID-19 yang tengah melanda Tanah Air. Lebih lanjut, Ruslan juga sempat menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya menuntut agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya saat ini.

Menurutnya, apabila Jokowi tidak mundur, maka akan terjadi gelombang gerakan revolusi dari seluruh rakyat Indonesia.

"Namun bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat, seluruh komponen bangsa dari berbagai suku, ras, dan agama," kata eks anggota TNI Ruslan Buton dalam videonya.

2. Ditangkap di rumahnya

Atas surat terbuka tersebut, Ruslan lantas diamankan oleh pihak kepolisian. Ia dijemput oleh tim gabungan di kediamannya, di Desa Wabula I Kecamatan Wabula Kabupaten Buton, Kamis (28/5). Dalam penangkapannya, Ruslan tampak kooperatif dan mau dibawa oleh petugas untuk menjalani pemerikasaan.

3. Mantan Perwira TNI

Ruslan merupakan mantan anggota TNI Angkatan Udara (AD). Sebelum dipecat dari anggota TNI-AD, pria kelahiran 4 Juli 1975, tersebut diketahui memiliki pangkat terakhir sebagai Perwira Infanteri. Adapun posisi yang pernah ia emban di antaranya Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

4. Terlibat kasus pembunuhan

Pada Oktober 2017 lalu, Ruslan ditimpa permasalahan. Ia terlibat kasus pembunuhan La Gode, terpatnya pada 27 Oktober 2017. Atas kasus tersebut, Ruslan dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 10 bulan. Tak hanya itu, ia juga turut dipecat dari keanggotaannya di TNI-AD. Kemudian, pada akhir tahun 2019, Ruslan dibebaskan dan menetap di kampung halamannya.

5. Bentuk Serdadu Eks Trimatra Nusantara

Setelah bebas dari hukumannya, Ruslan membuat sebuah kelompok bernama Serdadu Eks Trimatra Nusantara. Di mana, kelompok tersebut beranggotakan para mantan anggota TNI dari Angkatan Udara, Darat, dan Laut. Dalam Serdadu Eks Trimatra Nusantara tersebut, Ruslan menjabat sebagai Panglima.

Itulah sederet fakta mengenai Eks anggota TNI Ruslan Buton.

Hingga diamankan oleh pihak kepolisian, belum ada informasi lebih lanjut terkait kasus penangkapan Ruslan Buton Kamis (28/5) lalu.[]