News

Pernah Mondok di Pesantren, Rendi Menyesal Usai Bacok Aiptu Dwi Handoko

Pernah Mondok di Pesantren, Rendi Menyesal Usai Bacok Aiptu Dwi Handoko


Pernah Mondok di Pesantren, Rendi Menyesal Usai Bacok Aiptu Dwi Handoko
Foto Rillis Geng Motor lukai Anggota Polisi (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO Tersangka pembacok anggota Polsek Meteo Menteng, Aiptu Dwi Handoko bernama Rendi belakangan diketahui ternyata lulusan Pesantren.

Namun, karena salah pergaulan, Rendi justru ikut dalam kelompok geng motor Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Iver Son Manossoh menerangkan, sebelum ikut geng motor pelaku R ini pernah mengajar mengaji anak-anak kecil di sekitar rumahnya. Pasalnya, 7 tahun lalu ia memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren.

"Dulu masih remaja. Masa remaja dia lulusan pesantren, kira-kira 7 tahun yang lalu. Sekarang dia berumur 22 tahun," ucap Iver kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Sementara itu, Rendi mengaku menyesal telah melukai Aiptu Dwi Handoko di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia pun mengaku saat itu khilaf karena takut ditangkap oleh aparat kepolisian.

"Selama 1 bulan lebih. Tidak ada motif sama sekali, cuma ikut aja," tegas dia.

Ia menambahkan, dirinya hanya ikut-ikutan temannya saja tergabung di geng motor Muara Baru. Ia juga ingin diakui sebagai pemuda yang hebat kalau bisa melukai lawannya ketika tawuran.

"Ga ada yang saya harapkan, cuma saya ikut jalan-jalan aja," tutup dia.

Sebelumnya, Aiptu Dwi Handoko anggota Polsek Metro Menteng jadi korban pembacokan oleh geng sepeda motor di jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Ming gu (28/2/2021) dini hari.

Geng motor itu sempat kocar kacir ketika kedatangan aparat kepolisian, dimana saat itu, Aiptu Dwi mengejar pelaku yang tengah pembawa sajam.

Saat ditabrakan sepeda motor pelaku, ia langsung terjatuh dan disitu Aiptu Dwi dibacok dengan celurit oleh pelaku.[]