Rahmah

Pernah Melakukan Dosa dan Ingin Allah Ampuni? Yuk, Lantunkan Doa Mustajab ini

Doa ampunan atas dosa yang kecil dan besar


Pernah Melakukan Dosa dan Ingin Allah Ampuni? Yuk, Lantunkan Doa Mustajab ini
taubat (flickr.com/rafiqruzmilan)

AKURAT.CO Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, entah itu disengaja atau bukan. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Tugasnya adalah bertaubat setelah melakukan dosa.

Taubat yang Allah terima adalah taubatan nasuha, taubat yang benar-benar karena menyesal dan tidak akan pernah mengulangi lagi. Taubat seperti ini dilakukan oleh para kekasih Allah untuk memohon ampunan.

Doa-doa yang dapat dilantunkan saat Anda pernah melakukan dosa, adalah sebagaimana tercantum dalam surah Al-Qur'an, sebagai berikut:

Pertama:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ - ٢٨٥

Aamanar rosuulu bimaa unzila ilaihi min robbihi wal mu’minuuna. Kullun aamana billahi wa malaaikatihi wa kutubihi wa rusulihi. Laa nufarriqu baina ahadin mir-rusulihi. Wa qooluu sami’naa wa atho’naa. Ghufroo naka robbanaa wa ilaikal-mashiir." (Al Baqarah 285).

Artinya: "Rasul telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadanya (Alquran) dari Tuhannya demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatnya, dan kitab-kitabnya, dan rasul-rasulnya. (Mereka mengatakan): 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dari rasul-rasulNya. Kemudian mereka berkata: 'Kami mendengar dan kami taat'. (Mereka berdoa): 'Ampunilah kami, Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

Kedua:

Selain itu kemudian meneruskan bacaan doa dari lanjutan ayat Al-Qur'an di atas, yaitu sebagai berikut:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ - ٢٨٦

Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa. Lahaa maa kasabat wa ‘alaiha maaktasabat. Robbanaa laa tu aakhidznaa innasiinaa au akhtho’naa. Robbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishron kamaa hamalta-hu, ‘alalladziina min qoblinaa. Robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thoo-qotalanaa bihi. Wa’fu ’anna waghfirlanaa warhamnaa. Anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin." (Al Baqarah 286).

Artinya: " Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami dari kaum kafir."

Kedua ayat di atas merupakan dua ayat akhir dari surah Al Baqarah. Membacanya, selain bisa dibaca untuk memohon ampunan, juga dapat mendatangkan rezeki.

Salah satu riwayat dari Abu Mas’ud Al-Badri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Artinya: "Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah (ayat 285 dan 286) di waktu malam, dia akan diberikan kecukupan," (HR. Bukhari No 5009 dan Muslim No 808).

Wallahu A'lam.[]