News

Pernah Jatuhkan Embargo, Arab Saudi Buka Pintu Damai dengan Qatar

Kuwait mengungkapkan bahwa Arab Saudi telah membuka kembali perbatasan udara, darat dan lautnya dengan Qatar.


Pernah Jatuhkan Embargo, Arab Saudi Buka Pintu Damai dengan Qatar
Qatar dijatuhi embargo pada 2017 oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir karena dituduh mendukung terorisme (BBC)

AKURAT.CO, Kuwait mengungkapkan bahwa Arab Saudi telah membuka kembali perbatasan udara, darat dan lautnya dengan Qatar. Langkah ini menjadi terobosan dalam perselisihan berkepanjangan yang menyebabkan Qatar dimusuhi beberapa tetangganya di Teluk.

Dilansir dari BBC, Qatar dijatuhi embargo oleh Arab Saudi 3,5 tahun lalu akibat tuduhan mendukung terorisme. Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir pun bergabung dengan Saudi untuk mempertahankan embargo diplomatik, perdagangan, dan perjalanan. Di sisi lain, Qatar selalu membantah mendukung militansi jihadis.

Kuwait pun memimpin upaya mediasi yang kemudian menghasilkan terobosan dibukanya kembali perbatasan. Terobosan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Kuwait Ahmad Nasser Al-Sabah di Televisi.

Pencapaian tersebut memang masih sedikit hingga saat ini. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ada tanda-tanda perkembangan resolusi yang telah merugikan semua yang terlibat.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah berperan lebih mencolok. Menurut seorang pejabat senior AS, kesepakatan untuk mengakhiri keretakan hubungan ini akan ditandatangani. Menantu sekaligus penasihat senior Presiden Donald Trump, Jared Kushner, dikatakan akan menghadiri penandatanganan perjanjian ini pada Selasa (5/1). Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani pun telah menerima undangan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud untuk menghadiri KTT tersebut.

Menurut seorang sumber yang terlibat dalam penyelenggaraan KTT, Saudi memutuskan membuka ruang udara dan perbatasan darat dan lautnya untuk membangun kepercayaan yang diperlukan agar emir mau hadir. Pasalnya, ketika embargo dijatuhkan pada 2017, emir menyatakan ia tak akan pergi ke negara yang membatasi masuknya warga Qatar.

"Ini adalah terobosan terbesar yang kita miliki hingga saat ini. Bukan berarti mereka akan saling menyayangi dan menjadi sahabat, tetapi setidaknya mereka dapat bekerja sama," ujar seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada Wall Street Journal.[]