News

Pernah Diterpa Masalah Integritas, KPU Titip Pesan Ini Untuk Timsel

Godaan komisioner KPU sangat besar


Pernah Diterpa Masalah Integritas, KPU Titip Pesan Ini Untuk Timsel
Komisioner KPU Ilham Saputra di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019) (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra meminta Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 untuk menitikberatkan penilaian seleksi pada integritas calon. Sebab, kata dia, godaan komisioner KPU sangat luar biasa. 

"KPU ini yang penting adalah tentu integritas karena memang godaan dan beban kerja yang begitu luar biasa. Memilih anggota KPU RI yang punya sikap integritas," katanya saat menyampaikan pesan kepada Timsel dalam dialog virtual, Selasa (26/10/2021). 

Dia mengatakan ketatnya seleksi soal integritas, KPU yang akan datang akan diisi oleh tokoh-tokoh yang berintegritas tinggi. Sebab, KPU yang akan datang boleh jadi memiliki tanggungjawab yang lebih besar. 

"Dan KPU ini memang membutuhkan orang-orang yang teruji untuk bisa masuk sebagai anggota KPU," ungkapnya.

Dia mengakui, KPU pada periode saat ini pihaknya pernah dihadapkan pada persoalan integritas. Pengalaman ini harus menjadi pembelajaran bagi Timsel untuk menjaring sosok yang benar-benar teruji dalam menjaga integritas. 

"Walaupun kami juga memang punya cobaan ketika di tengah-tengah perjalanan masa jabatan kami ada persoalan integritas . Tentu ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua," sebutnya.

Selain soal integritas, dia juga berharap agar Timsel fokus pada upaya menjaga agar infrastruktur yang sudah dibangun tetap dipertahankan. Misalnya sistem informasi Pemilu yang sudah dibangun sejak lama. 

"Ada beberapa agenda-agenda yang sudah kami jalankan dalam hampir lima tahun ini yang kedepan menurut kami harus bisa dipertahankan. Misalnya salah satunya tentang sistem informasi yang juga kami teruskan, sudah diwariskan pada masa pak Juri dan Pak Arif Budiman, masa periode 2012-2017," bebernya.

Dia juga berharap komisioner terpilih nantinya menjaga koordinasi dengan kesekretariatan KPU. Dia mengatakan, koordinasi koordinasi dengan kesetjenan akan memberikan contoh kepada KPU di provinsi dan kabupaten atau kota bahwa ada tupoksi-tupoksi yang mmng berbeda terkait tugas Kesetjenan yang diatur dalam undang undang.

"Ini juga penting bagaimana nanti saat bapak ibu melakukan seleksi, pola komunikasi dan koordinasi dengan kesekretariatan juga menjadi catatan penting," ungkapnya.[]