Entertainment

Pernah Berniat ke Palestina untuk Jihad, 5 Fakta Menarik Tretan Muslim

Tretan memang sosok yang cukup panjang melewati berbagai pengalaman beragama


Pernah Berniat ke Palestina untuk Jihad, 5 Fakta Menarik Tretan Muslim
Tretan Muslim (Instagram/tretanmuslim)

AKURAT.CO, Aditya Muslim atau yang populer dengan nama Tretan Muslim, merupakan salah satu komedian Tanah Air yang namanya kerap menuai kontroversi. Bersama sahabatnya, Coki Pardede, Tretan Muslim kerap menuai kritikan karena mengakat teman gama sebagai bahan komedi.

Namun ternyata, di balik itu, Tretan memang sosok yang cukup panjang melewati berbagai pengalaman beragama. Bahkan, menurutnya ia sempat menjadi 'radikal' beragama saat belum terjun ke dunia hiburan.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Daniel Mananta, belum lama ini. Bahkan, saking semangatnya beragama, Tretan sempat ingin berjuang di Palestina atas nama agama.

Seperti apa perjalanan spiritual Tretan Muslim? Berikut AKURAT.CO rangkum deretan faktanya.

1. Belajar agama sejak kecil

Lahir di Madura yang identik dengan masyarakat religius, membuat Tretan cukup dekat dengan pendidikan agama. Bahkan, ia mengaku sudah mendapat pendidikan agama secara formal sejak duduk di bangku SD.

"(Kalo pagi) sekolah SD, pulangnya (sekolah) madrasah. Jadi ilmu agamanya dapat dari madrasah," ujar Tretan, dikutip AKURAT.CO dari kanal YouTube Daniel Mananta, Senin (20/9).

Tidak hanya madrasah, Tretan juga menyebut saat malam ia ikut pengajian. Di pengajian tersebut, ia pun diajari bagaimana berdakwah.

2. Sempat dibenci teman-teman karena keras larang pacaran

Memasuki masa SMA, Tretan mengaku mulai membaca buku-buku agama yang menurutnya, tidak seharusnya dibaca untuk anak seusianya. Pasalnya, buku-buku tersebut terbilang cukup keras dalam soal agama.

Tretan pun menyebut, akibat membaca buku-buku itu, ia semakin bersemangat beragama. Bahkan sempat dibenci teman-temannya karena melarang keras orang pacaran.

"Kelas dua ke kelas tiga SMA, itu aku kampanye ke anak-anak sekolah tidak boleh pacaran. Pokoknya hadis-hadis tak sampein," ujar Tretan. 

Menurut Tretan, dirinya saat itu memang pantas dibenci teman-temannya, karena membawa nilai agama dengan cara yang tidak asik.

3. Menolak kuliah dan ingin meninggalkan urusan dunia

Lebih lanjut menurut Tretan Muslim, saking semangatnya beragama ia sampai sempat tidak ingin kuliah dan meninggalkan segala urusan dunia. Bahkan, ia lebih memilih menjadi penjual bakso dibandingkan melanjutkan kuliah.

"Sampai di tahap aku ke orangtua ku, 'pak bu, saya tidak mau kuliah saya mau jadi tukang bakso, karena kehidupan dunia hanya sementara'," lanjut Tretan.

Menurut Tretan, saat itu ia berpikir tidak ingin terlalu berambisi mengejar persoalan dunia yang hanya bersifat sementara.

4. Sempat ingin berangkat ke Palestina untuk jihad

Semangat beragama Tretan muslim pun sempat membuat ia berkeinginan berangkat ke Palestina, untuk berjihad. Menurutnya, saat itu ia berpendapat jika persoalan negara timur tengah adalah persoalan agama yang korbannya umat Islam. Atas dasar itu, ia pun sangat ingin berangkat ke Palestina untuk ikut berjuang.

"Waktu itu saya kepikirannya adalah Palestina lagi diserang, Islam sedang dihancurkan, yang baru tahu sekarang ternyata itu konfliknya wilayah," ungkap Tretan Muslim.

"Ayo ajak aku ke Palestina, aku ingin membantu orang Islam itu. Aku tidak menganggap itu sebuah teroris," lanjutnya.

5. Mulai sadar saat kuliah di kampus yang berada di bawah organisasi Islam

Tretan Muslim pun menyebut, pandangannya soal Islam yang keras mulai berkurang setelah ia kuliah di salah satu kampus di swasta di Surabaya, yang berada di bawah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Di kampus itu, ia mulai terbuka dengan pemikiran-pemikiran moderat, dan lebih banyak mempelajari Islam secara damai.

"Di kampus diajari agama Islam, nah disitu mungkin lumayan aku agak belajar lebih dalam tentang Islam. Di kampus ketemu teman-teman Islami yang lebih oke lah, narasinya, referensinya, di situlah aku mulai terbuka," lanjut Tretan.

Meski dirinya mengaku lebih moderat, namun Tretan menyebut dirinya saat itu masih terus semangat mendakwahkan nilai Islam di mana pun tempatnya. []