News

Perludem: PSU Biasanya untuk Pileg, untuk Pilpres Belum Pernah Terjadi


Perludem: PSU Biasanya untuk Pileg, untuk Pilpres Belum Pernah Terjadi
Para pembicara dalam diskusi bertajuk 'MK Adalah Koentji' di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Pemungutan Suara Ulang (PSU) kerap menjadi tuntutan terakhir yang diajukan pihak yang kalah dalam penyelenggaraan pemilu.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada kasus sengketa dalam gelaran Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sampai melakukan PSU.

"Khusus untuk sengketa pilpres, tidak pernah ada permintaan penghitungan suara ulang, tidak pernah ada PSU, pemungutan suara ulang‎," ujar Titi dalam sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Berdasarkan pengalamannya, PSU kerap terjadi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg). Sementara di tingkat Pilpres sama sekali belum pernah terjadi.

"Nah ini jadi tantangan untuk pilpres ini, kalaupun mereka (Prabowo-Sandi) mendalilkan terjadi ‎kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif).‎ Harus dibuktikan," tuturnya.

"Ini memang bukan cara yang mudah karena kalau kita komparasi, pilpres dan pilkada dari sisi luasan wilayah, dari sisi spektrum jumlah, aktor atau instrumen yang terlibat itu berlipat-lipat, bukan suatu yang mudah membuktikan kecurangan TSM," pungkas Titi.

Terkait hal ini, sebelumnya Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK), pada Jumat, 24 Mei 2019, malam.

Gugatan PHPU tersebut terkait Pilpres, yang dinilai terdapat indikasi tidak berjalan secara jurdil sesuai azas pemilu.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co