News

Perluas Pipa Air Bersih ke Kamal Muara, Anies Ingatkan Warga Tak Dagang Air Bersih dari Pipa

Sebagian warga Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara kini bisa lebih tenang.


Perluas Pipa Air Bersih ke Kamal Muara, Anies Ingatkan Warga Tak Dagang Air Bersih dari Pipa
Gubernur Anies Baswedan (Dok. Humas Pemprov DKI)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir pada pemasangan pipa air bersih tahap lanjutan oleh PAM Jaya di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/6/2022).

Acara yang dikemas dengan syukuran 100 hari air bersih mengalir ke pemukiman warga Kamal Muara itu juga diikuti warga.

"Jadi kita ingin agar warga di Jakarta semakin banyak yang bisa mendapatkan air dari pipa. Mereka tidak harus mengambil air dari dalam tanah. Yang kedua, tidak harus membeli air dari distributor yang harganya mahal," ujar Anies dalam sambutannya.

baca juga:

Anies mengungkapkan, berdasarkan perhitungan PAM Jaya, saat ini warga Kamal Muara bisa melakukan penghematan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya warga harus merogoh kocek hingga Rp800-1 juta perbulan, kini jauh lebih hemat. Hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu - Rp 80 ribu, tergantung jumlah kebutuhan.

"Ini penghematan yang luar biasa. Kalau tadi dihitung bisa menghemat 95 persen. Jadi biaya yang keluar untuk rumah tangga bagi air bisa turun 95 persen. Artinya pendapatan mereka bisa dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan lain. Bisa untuk pendidikan anak, perbaikan rumah, kegiatan lain," ujar Anies.

Anies menjelaskan bahwa air bersih adalah elemen penting yang harus disiapkan negara. Melalui PAM Jaya, Pemprov DKI terus mewujudkan pemenuhan hak warga tersebut.

Meski Demikian, Anies berpesan kepada warga agar memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya dan tidak boros.

"Jadi jangan dipakai untuk kebutuhan yang lain, tapi gunakan untuk dua hal. Satu kebutuhan hidup, dua kegiatan usaha. Dua ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan biaya murah, Insya Allah ini menjadi keberkahan bagi warga di sini," jelas Anies.

Anies juga mengingatkan agar air bersih yang telah terhubung ke pemukiman warga itu tidak diperjualbelikan. Anies mengaku telah memegang data rata-rata pemakaian air warga. 

"Kalau lihat ada keran dibuka, terus diingetin. Nanti lihat meterannya, tiap bulan tadi Pak Dirut bilang rata-rata sekitar 10 meter kubik. Kalau nanti lihat ada yang angkanya di atas 10, diingetin. Kalau angkanya di atas 100, berarti dagang tuh," ketus Anies.[]