News

Perlakuan Taliban pada Wanita Bikin Qatar Kecewa, Minta Sistem Negaranya Dicontoh

Meski bersistem Islam, jumlah perempuan yang bekerja di pemerintahan Qatar melebihi lelaki.


Perlakuan Taliban pada Wanita Bikin Qatar Kecewa, Minta Sistem Negaranya Dicontoh
Seorang milisi Taliban berdiri di tepi jalan di Kabul, Afganistan, pada Kamis (30/9). (Foto: AFP) ()

AKURAT.CO Qatar mengaku kecewa pada Taliban atas penanganan HAM di Afganistan, khususnya perlakuan terhadap wanita dan anak perempuan.

"Sayangnya, sangat mengecewakan melihat sejumlah kemunduran," komentar Menteri Luar Negeri Qatar Syeikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani pada Kamis (30/9), dilansir dari Al-monitor.

Dalam jumpa pers bersama kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, al-Thani berjanji Qatar akan terus mendesak kelompok tersebut untuk menghindari tindakan yang merugikan perempuan.

"Kami juga telah mencoba menunjukkan kepada Taliban bagaimana negara-negara Muslim dapat menjalankan hukum mereka, bagaimana mereka dapat menangani isu perempuan. Salah satu contohnya adalah Negara Qatar yang merupakan negara Muslim. Kami bersistem Islam, tetapi jumlah perempuan dalam angkatan kerja di pemerintahan dan pendidikan tinggi melebihi lelaki," tuturnya.

Di sisi lain, organisasi HAM menyoroti pembatasan Qatar sendiri pada perempuan, termasuk sistem perwalian lelaki yang membatasi kebebasan perempuan untuk menikah, bekerja, dan bepergian.

Taliban dikhawatirkan akan menghapus banyak keuntungan yang diperoleh dengan susah payah bagi perempuan Afganistan. Penguasa baru tersebut telah berjanji akan menghormati hak-hak perempuan. Namun, situasi di awal ini tidak menjanjikan.

Begitu pasukan Amerika Serikat (AS) ditarik bulan lalu, Taliban menyuruh wanita untuk tidak bekerja dan tinggal di rumah. Mereka juga memberlakukan pembatasan pada sekolah menengah anak perempuan. Menganut interpretasi Islam yang ekstrem, Taliban juga telah menyusun kabinet yang seluruhnya lelaki dan menutup Kementerian Urusan Wanita.

Baca Juga: Minta Utamakan Islam, Rektor Taliban Larang Perempuan Kuliah dan Bekerja di Universitas Kabul

Di kota-kota besar Afganistan, demonstrasi untuk memprotes pembatasan tersebut disambut dengan kekerasan dari Taliban. Bahkan, sejumlah demonstran wanita dipukuli oleh milisi.

Sebagai perantara utama terhadap masa depan Afganistan, Qatar telah berulang kali meminta Taliban untuk mempertahankan hak-hak perempuan. Negara yang menjadi tuan rumah perundingan damai antara kelompok tersebut dan mantan pemerintahan Afganistan yang didukung Barat pun kini menjadi rumah bagi misi jarak jauh AS untuk Afganistan.

Doha juga memainkan peran kunci dalam memfasilitasi evakuasi ribuan warga AS, warga negara asing, dan warga Afganistan yang rentan. Maskapai penerbangan Qatar pun telah menyewa sejumlah penerbangan evakuasi dari bandara internasional Kabul.[]